Sukses

AHY Apresiasi Cara Wali Kota Tegal Kendalikan Covid-19

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi cara Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengendalikan laju pandemi Covid-19 di wilayahnya.

"Saya pagi hari ini ingin secara langsung mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi segala kebijakan dan tindakan yang diambil oleh Mas Dedy sebagai Wali Kota Tegal, yang tentu tidak hanya diapresiasi oleh kami, kita semua sebagai Kader Demokrat, tetapi juga masyarakat, bahkan juga masyarakat internasional," kata AHY saat diskusi virtual dengan Dedy, Rabu (3/6/2020).

AHY menuturkan, keberhasilan Dedy harus bisa menginspirasi kepala-kepala daerah lainnya dan kader-kader utama Partai Demokrat lainnya di Tanah Air. Dia harap, langkah efektif kepemimpinan dan manajemen krisis Dedy bisa ditiru dan diterapkan.

"Maka insya Allah Indonesia akan semakin baik kondisinya, dan kita bisa segera melewati masa-masa krisis Covid-19," ucapnya.

AHY mengatakan, bahwa banyak sekali pelajaran berharga yang bisa dipetik dalam kepemimpinan dalam menangani krisis Covid-19. Yang jelas, ada keteguhan dalam kepemimpinan. Dia bilang, dalam kepemimpinan selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tidak mudah dan tidak ideal.

"Pasti ada yang tidak suka, ada yang protes, ada yang mempertanyakan dampak dari sebuah kebijakan. Tapi karena Mas Dedy teguh pada prinsip bahwa Kota Tegal harus dilindungi masyarakatnya, sehingga hasilnya baik," terang AHY.

2 dari 2 halaman

Dukungan Masyarakat

Sementara, Dedy mengungkapkan cara dia dan jajarannya menangani pandemi ini di kota Tegal. Mulai dari memblokir jalan dengan MCB beton dan juga memadamkan lampu.

"Saya pikirkan, Kota Tegal adalah sentral city dimana daerah yang lain itu akan datang ke Kota Tegal seperti daerah tetangga Brebes, Kabupaten Tegal, dan Pemalang sehingga di ruas jalur yang ada di Kota Tegal atau di jalan-jalan, perempatan-perempatan yang ada di Kota Tegal kita blokir memakai MCB beton," tuturnya.

"Jadi saya melawan virus Corona dengan virus psikologi agar di daerah tetangga atau di kota-kota sekitar Tegal ini tahu betul bahwa Kota di Tegal itu sudah diblokir," sambungnya.

Dedy mengungkapkan, bahwa dukungan masyarakat sangat penting. Dia menuturkan, tidak semua masyarakat Kota Tegal kontra terhadap kebijakannya.

"Jika di amati di medsos, banyak yang kontra berasal dari luar Kota Tegal. Tapi untuk orang Kota Tegal sendiri, dengan adanya pemblokiran, merasa terlindungi," terangnya.

Repoprter: M Genantan

Merdeka.com