Sukses

Dishub Bogor Data Penumpang Angkot yang Suhu Tubuhnya Tinggi 

Liputan6.com, Bogor - Angkutan umum berpotensi menyebabkan penyebaran virus corona Covid-19. Untuk mencegah penyebaran virus corona meluas, Pemerintah Kota Bogor menyemprot angkutan kota (angkot) dengan cairan disinfektan.

Satu persatu angkot yang melintas di kawasan Air Mancur, Jalan Ahmad Yani disemprot oleh petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD). Penyemprotan dilakukan mulai dari dalam kabin, handel pintu, hingga bodi mobil yang kerap disentuh penumpang.

Tak hanya kendaraan, para penumpang dan sopir angkot di Kota Bogor juga dicek suhu tubuhnya menggunakan thermal gun.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, penyemprotan angkot dengan cairan disinfektan dan mengecek suhu kepada penumpang sudah berlangsung sejak Selasa 7 April 2020.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona terus meluas di Kota Bogor.

"Kemarin kita lakukan di Jalan Pahlawan dan hari ini di Jalan Ahmad Yani. Selanjutnya di Pasir Kuda dan di beberapa perbatasan kota," kata Eko, Rabu (8/4/2020).

Dari hasil screening suhu tubuh, ditemukan sejumlah penumpang di atas 38 derajat celcius. Identitas mereka kemudian dicatat oleh petugas dan diarahkan untuk beristirahat, sementara waktu tidak keluar rumah.

Sebab, suhu tubuh 38 derajat celcius dikategorikan demam, 39.5 derajat celcius masuk kategori demam tinggi, dan 41 derajat celcius kategori demam sangat tinggi.

"Suhu tubuh orang dewasa normal berkisar antara 36.5 derajat sampai 37.5 derajat celcius. Kemarin ada yang suhu tubuhnya di atas normal, lalu kami sarankan agar beristirahat. Jika demamnya tidak turun-turun segera ke Puskesmas," ucapnya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Beri Imbauan dan Bantuan

Selain penyemprotan dan cek suhu tubuh, petugas gabungan juga menyosialisasikan kepada pengguna jalan untuk menggunakan masker. Kemudian mengimbau mereka tidak keluar rumah jika dirasa tidak perlu.

"Di dalam angkutan umum pun kita imbau untuk menjaga jarak antar penumpang," ujarnya.

Setelah menyampaikan imbauan, petugas memberikan sembako kepada para pengemudi angkot. Hal ini untuk membantu meringankan beban mereka akibat dampak Covid-19.

"Sejak Covid-19 mewabah, aktivitas masyarakat berkurang dan penumpang angkot juga kena imbasnya," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: