Sukses

Pengamat: Rebut Posisi Wagub DKI, Gerindra Harus Gandeng 3 Partai Besar

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat politik Ubedilah Badrun menyebut Partai Gerindra harus mendapatkan dukungan tiga fraksi besar di DPRD DKI Jakarta bila ingin memenangkan Ahmad Riza Patria sebagai Wakil Gubernur DKI.

Jumlah kursi Partai Gerindra di DPRD DKI yakni 19 kursi dan menduduki jumlah terbesar kedua setelah PDI Perjuangan dengan 25 kursi.

"PDI-P 25 tambah 19 (kursi Gerindra) belum cukup memenangkan pemilihan. Jadi kira-kira butuh tiga partai besar di DPRD untuk memenangkan kontestasi," kata Ubed dalam diskusi di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (22/2/2020).

Selain itu, dia juga menilai suara anggota DPRD DKI akan terpecah saat pemilihan nanti. Sebab, kedua cawagub yakni Riza Patria dan Nurmansjah Lubis memiliki potensi yang sama besar.

"Ada kecenderungan terbelah menjadi dua kekuatan besar karena kekuatan Ariza cukup tinggi, potensi Bang Anca cukup tinggi," ucapnya.

Sementara itu, Ubed juga menilai Fraksi PKS memerlukan perjuangan untuk menaklukkan sejumlah fraksi di DPRD. Seperti halnya Demokrat, PSI, PAN hingga PKB.

"Jadi kalau bisa menangkap lima partai itu mungkin di antara dua calon itu yang akan menang. Kalau misalnya asumsi Gerindra berkongsi dengan PDIP," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menyatakan pimpinan DPRD sepakat memilih calon wakil gubernur (cawagub) DKI secara tertutup. Kesepakatan ini diambil berdasarkan hasil tata tertib cawagub periode DPRD sebelumnya.

"Kita dalam draft yang lama itu tertutup. Saya dan kawan-kawan ada yang minta terbuka," kata Taufik di gedung DPRD usai menjalani rapat pimpinan gabungan (rapimgab), Selasa (18/2/2020).

2 dari 3 halaman

Tidak Sepenuhnya Tertutup

Namun, pemilihan tertutup bukan dimaknai proses pemilihan cawagub tidak terbuka untuk publik. Tertutup yang dimaksud Taufik adalah bahwa seluruh anggota DPRD menulis nama cawagub untuk kemudian dimasukkan ke dalam kotak.

Proses penulisan nama tersebut, dipastikan Taufik, tetap terbuka untuk publik. Sehingga menurutnya, asas transparansi tetap dijunjung legislatif.

"Ya pemilihannya boleh dilihat. Yang dimaksud tertutup itu adalah pemilihannya dengan menuliskan di atas kertas, dimasukin ke kotak, begitu. Kalau terbuka kan misalkan siapa yang milih Riza, berdiri, begitu. Kan itu lebih transparan jadinya," ujar politikus Gerindra tersebut.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading