Liputan6.com, Ambon: Beberapa jalur darat di Kota Ambon, Maluku, mulai dibuka sejak beberapa waktu silam. Namun pembukaan jalur itu justru dikeluhkan para pengemudi speed boat yang melayani warga selama konflik berkecamuk di Ambon.
Mereka mengaku pendapatan saat ini hanya sekitar Rp 100 ribu per hari. Padahal sebelumnya mereka bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp 600 ribu per hari. Karenanya mereka berharap pemerintah daerah memperhatikan nasib para pengemudi speed boat setelah jalur darat normal. Sebab pekerjaan itu menjadi satu-satunya tumpuan mereka mencari nafkah.(PIN/Sahlan Heluth dan Satya Pandia)
Mereka mengaku pendapatan saat ini hanya sekitar Rp 100 ribu per hari. Padahal sebelumnya mereka bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp 600 ribu per hari. Karenanya mereka berharap pemerintah daerah memperhatikan nasib para pengemudi speed boat setelah jalur darat normal. Sebab pekerjaan itu menjadi satu-satunya tumpuan mereka mencari nafkah.(PIN/Sahlan Heluth dan Satya Pandia)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7261845/original/041809000_1780048281-Tugas__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/380033/original/210902aBoat.jpg)