Sukses

Balai Wyata Guna Bandung Bantah Usir Peserta Didik Disabilitas

Liputan6.com, Bandung - Peserta didik disabilitas yang selama ini menempati asrama di Balai Wyata Guna, Bandung, mengaku terusir dari asrama yang selama ini mereka tempati.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (16/1/2020), mereka terpaksa mengungsi ke trotoar tepat di depan Wyata Guna. Mereka pun bertekad akan tetap berada di lokasi sampai ada pihak yang memfasilitasi menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi.

Sementara itu, terkait aksi yang dilakukan para peserta didik disabilitas termasuk para alumninya, pihak Balai Wyata Guna membantah telah mengusir mereka.

Bahkan, menurut Kepala Balai Wyata Guna Sudarsono, pihaknya siap membantu para disabilitas untuk berkemas dan diantar pulang ke keluarga masing-masing. Namun, tawaran tersebut ditolak sampai batas waktu tenggang untuk berkemas berakhir pada 9 Januari.

"Ada konsekuensi perubahan mekanisme pelayanan dan prosedur yang harus kami jalankan, dari konteks layanan kami sudah sosialisasikan itu maksimal 6 bulan, ini sesuai aturan," ujar Kepala Balai Wyata Guna Sudarsono.

Pihak Wyata Guna mengaku tidak bisa berbuat banyak atas aksi yang dilakukan penyandang disabilitas itu. Pasalnya, pihak Balai Wyata Guna hanya melaksanakan aturan yang dikeluarkan Kementerian Sosial terkait perubahan dan fungsi dari panti ke balai.