Sukses

Cara Reynhard Sinaga Memperdaya Calon Korbannya

Liputan6.com, Jakarta - Nama Reynhard Sinaga menjadi berita utama di Inggris Raya. Bukan karena prestasi, melainkan karena kejahatan seksual yang dilakukannya.

Siapa menyangka pria 36 tahun sekaligus kandidat doktor ini, memiliki catatan kelam yang bermula lima tahun silam.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Rabu (8/1/2020), kejahatan seksual itu berlangsung sejak Januari 2015 hingga Mei 2017.

Hasil penyelidikan menyebut, Reynhard Sinaga mencari pria muda yang tengah mabuk di tengah malam. Kemudian dia menawarkan untuk singgah di apartemennya, memberi minum sehingga para korban tidak melihat adanya niat jahat di balik sikap yang ditunjukkan.

Reynhard juga memberikan GHB, sejenis obat bius untuk memudahkannya melancarkan aksi bejatnya.

Aksinya terbongkar lantaran korban terakhir tersadar dari pengaruh obat bius. Dan dari hasil penyelidikan, polisi menemukan 195 rekaman penyerangan seksual.

Kasus ini membuat publik Inggris tercengang. Bahkan disebut sebagai kejahatan seksuaterburuk dalam kurun 10 tahun terakhir. Psikolog pun menilai Reynhard sebagai pribadi yang narsistik dan mampu memanipulasi orang lain.

Dalam sidang Senin lalu, pengadilan Manchester menjatuhkan vonis seumur hidup terhadap Reynhard Sinaga atas 159 kasus penyerangan seksual terhadap 48 pria.

Namun, dia bisa dipertimbangakan untuk mendapat pembebasan, sedikitnya setelah menjalani hukuman selama 30 tahun.