Sukses

Ketua Tim Ahli Pendamping Pengadaan Bandara Komodo Jamin Personelnya Kompeten

Liputan6.com, Jakarta - Ketua tim ahli yang pendampingi proses pengadaan/transaksi Kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha Pengembangan Bandara Komodo, Mohammad Zulfikar Dachlan memastikan, Komposisi tim yang dibentuk merupakan personel yang memiliki kompetensi dalam bidangnya masing-masing.

"Ini telah dibuktikan, salah satu anggota tim ahli teknis Salahudin Rafi dipercaya Gubernur Jawa Barat menjadi Direktur Utama Bandar Udara Internasional Kertajati," ujar Zulfikar usai mendampingi Menhub Budi Karya Sumadi dalam konprensi pers Pengumuman Proyek KPBU Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kamis (26/12/2019).

Zulfikar Dachlan yang ditunjuk PT Surveyor Indonesia sebagai ketua tim ahli menyatakan, proses pelelangan Bandara Komodo berdasarkan Peraturan LKPP No 29 Tahun 2018 menggunakan sistem dua tahap, dimana tahap pertama peserta lelang memasukan dokumen penawaran administrasi, teknis dan finansial. Sedangkan tahap kedua pemerintah melakukan dialog optimalisasi untuk memaksimalkan penawaran peserta pelelangan.

"Skema pengembalian investasi yang diberikan kepada pemenang adalah user charges (tarif pengguna), dimana pemerintah memberikan kesempatan investor untuk mengembalikan investasinya dengan memaksimalkan bangkitan pertumbuhan penumpang di Bandara Komodo," ujarnya.

Para peserta lelang, ujarnya adalah mereka yang memiliki kompetensi dalam mengelola airport. Tahapan awal telah dilakukan penjajakan minat pasar yang dihadiri oleh 70 peserta yang berminat yang merupakan badan usaha nasional maupun internasional.

"Diharapkan juga dengan partisipasi dari badan usaha yang menginvestasikan Bandara Komodo – Labuan Bajo akan meningkatkan devisa negara dari sektor pariwisata serta mensukseskan Labuan Bajo sebagai Kawasan pariwisata super-prioritas," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Pemenang Lelang

Pemerintah menetapkan pemenang konsorsium proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk Bandara Komodo, Labuan Bajo. Adapun para pemenangnya yakni PT Cardig Aero Service (CAS) dan Changi Airports International Pte Ltd. (CAI),dan Changi Airports MENA Pte Ltd.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan penetapan pemenang konsorsium ini sudah berdasarkan proses pemilihan yang dilakukan bersama tim ahli. Dari beberapa yang mengajukan, maka terpilihlah tiga perusahaan asal Singapura tersebut.

"Kita menetapkan konsorsium untuk ketiganya. Investasinya sebanyak Rp 1,2 triliun. Di mana ini akan dilakukan biaya operasional sebanyak Rp 5.7 triliun selama 25 tahun. Selain itu juga ada jaminan Rp 5 miliar dari investor," kata Mehub Budi, dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Kamis (26/12/2019).

Menhub Budi menjelaskan, pemenang konsorsium ini nantinya akan bertugas merancang, membangun dan membiayai pembangunan fasilitas sisi udara yang meliputi perpanjangan dan perkerasan landas pacu, penambahan apron, stopway dan RESA.

Sedangkan pembangunan fasilitas sisi darat akan meliputi perluasan terminal penumpang domestik, pembangunan terminal penumpang internasional, kantor dan gedung, dan fasilitas pendukung lainnya.

Kemudian tugas lainnya yakni meliputi pengoperasikan Bandara Komodo, Labuan Bajo selama masa kerjasama 25 tahun, memelihara seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo dan menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo pada saat masa kerjasama berakhir kepada PJPK.

Loading
Artikel Selanjutnya
Bandara Komodo Bisa Jadi Percontohan Proyek KPBU Untuk Bandar Udara Lain
Artikel Selanjutnya
Tingkatkan Keamanan Wisata di Labuan Bajo, Ini Usul Menko Luhut