Sukses

Mobil 4 Tahun Teronggok di Monas Bebas Biaya Parkir Jika Akan Diambil Pemilik, Tapi...

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah mobil rusak dibiarkan begitu saja di pojok kawasan parkir Monumen Nasional (Monas) oleh pemiliknya. Tidak diketahui siapa pemilik mobil-mobil itu. 

Namun, jika ingin, pemilik bisa mengambil kembali mobil tersebut. Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan membebaskan biaya parkirnya.  

Anggota Dishub DKI Jakarta, K Wattimena mengatakan, pemilik mobil hanya perlu membayar biaya derek. Berapa biayanya?

"Tidak dikenakan biaya parkir, tapi ada biaya penarikan mobil derek setengah tahun, sehari buat derek Rp 500 ribu," kata Wattimena kepada Merdeka di Monas, Minggu (9/11/2019).

Salah satu mobil yang teronggok di pojok parkiran Monas itu merupakan mobil buatan Eropa, BMW berwarna abu-abu.

Mobil-mobil di Monas ini sudah lama tak diambil pemiliknya. Mobil itu rata-rata sudah tidak berfungsi, karena sudah terlalu lama tidak digunakan.

"Yang BMW dan yang warna Biru itu sudah 4 tahun, dari saya masuk sudah ada," ujar anggota Dishub DKI Jakarta, K Wattimena di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (9/11/2019).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, belum bisa dikonfirmasi Liputan6.com hingga pukul 17.03 WIB, terkait mobil dan ketentuan membayar derek jika sang pemilik akan mengambilnya.

2 dari 2 halaman

Mengganggu Parkir

Menurut dia, mobil-mobil ini ditinggal pemiliknya begitu saja di lapangan parkir Monas, sehingga menghalangi mobil yang ingin parkir. Oleh karena itu, mobil-mobil ini diderek dan ditempatkan di pojokan lahan parkir.

"Awalnya mobil-mobil ini ditinggal gitu saja oleh pemiliknya di lapangan dan mengganggu tidak diambil-ambil oleh pemiliknya, jadi kita derek ke pojok sana," kata Wattimena.

Selain mobil BMW, terdapat angkot dan satu mobil Daihatsu Taruna. Wattimena menuturkan, dua mobil tersebut terparkir di Monas sekitar enam bulan lalu.

Saat disambangi oleh Merdeka, ada satu mobil yang saat itu sedang digunakan istirahat tidur siang oleh juru parkir di kawasan Monas.

"Iya kalau siang dibuat istirahat karena panas," tambah Wattimena.

 

Reporter: Tri Yuniwati Lestari

Sumber: Merdeka

Loading
Artikel Selanjutnya
Kronologi Penangkapan Perampok Warteg Mamoko Bahari di Jaksel
Artikel Selanjutnya
Gibran Maju Calon Wali Kota Solo, OSO Anggap Bukan Dinasti Politik