Sukses

Program Samawa Rumah DP 0 Rupiah Jadi Andalan Warga Jakarta

Liputan6.com, Jakarta Harapan warga Jakarta untuk memiliki rumah tanpa uang muka atau down payment akhirnya terwujud dengan kehadiran Program Rumah DP 0 Rupiah. Program yang awalnya diragukan kini jadi kenyataan, malah jadi andalan warga untuk memiliki rumah.

Program Rumah DP 0 Rupiah disambut positif warga. Peminatnya pun membludak. Pendaftar tak hanya dari kalangan warga berpenghasilan rendah. Pemilik motor Harley Davidson sampai mobil mewah seperti Alphard dan Porsche Boxster juga menunjukkan ketertarikannya.

Dinas Perumahan DKI Jakarta mengumumkan, ada 1.790 warga yang lolos pengajuan kredit rumah DP 0 rupiah. Angka tersebut dibagi menjadi dua kategori, yakni prioritas pertama sebanyak 899 orang dan prioritas kedua 891 orang.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Dinas Perumahan DKI Jakarta, Dzikran Kurniawan menjelaskan, prioritas pertama adalah warga sudah berkeluarga tetapi belum memiliki rumah dan tidak memiliki utang di atas Rp100 juta.

"Juga tidak memiliki kendaraan roda empat, atau tidak sedang mencicil kendaraan roda empat. Itu beberapa hal yang kita pertimbangkan sebagai prioritas pertama," kata Dzikran.

Dzikran mengatakan, pemohon yang tidak lolos disebabkan beberapa faktor. Salah satunya karena memiliki kendaraan mewah. Padahal, program rumah DP 0 rupiah ditujukan bagi warga berpenghasilan rendah.

Sesuai Peraturan Gubernur 104/2018, Program Samawa Rumah DP 0 Rupiah ditargetkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) DKI Jakarta yang memenuhi persyaratan. Sehingga Program ini menerapkan proses seleksi kepada calon penghuni, untuk memastikan kesesuaian dengan syarat

"Ada pendaftar juga yang memiliki kendaraan seperti Alphard, kemudian teridentifikasi memiliki kendaraan Porsche warna merah, kemudian Porsche Boxster, kemudian ada juga yang memiliki motor Harley Davidson, jadi itu faktanya," ucapnya.

Program pertama rumah DP 0 rupiah itu berdiri di wilayah Jakarta Timur. Yakni Rusunami Klapa Village. Pada tahap pertama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan serah terima kunci kepada 50 calon penghuni. Proses serah terima kunci dihadiri Gubernur Anies Baswedan pada 26 Oktober 2019 lalu.

"Sungguh sebuah kebahagiaan tersendiri. Hari ini kita menyaksikan sebuah menara yang nantinya akan dihuni oleh masyarakat yang mereka terlibat dalam program Rumah DP nol rupiah," ucap Anies.

Proses serah terima kunci tersebut menggunakan aplikasi khusus dalam rangka untuk memudahkan penghuni. Aplikasi berbasis android tersebut berisi daftar cek serah terima unit berupa segala kelengkapan yang harus diterima penghuni dari pengembang.

Dengan adanya aplikasi yang beroperasi melalui gawai ini, para penghuni nantinya dapat dengan mudah melaporkan jika ada kerusakan dari unit yang diterima. Cukup difoto lalu dikirim menggunakan aplikasi ini.

"Kepada masyarakat yang hari ini sudah terima kunci, kami ingin kepada Bapak Ibu sekalian, mulailah tinggal di tempat ini. Kenapa diberi nama Samawa? Memang betul ini Solusi Perumahan Warga. Tapi nama itu membawa pesan bahwa yang bisa mengikuti program ini adalah mereka yang sudah menikah," tambah Anies.

Pasangan tunanetra asal Cipete, Jakarta Selatan, Firman (34) dan Tihana menjadi salah satu penerima satu unit rumah DP 0 rupiah. Firman mengaku sangat bahagia bisa memiliki rumah sendiri. Sebelumnya dia tinggal menumpang di rumah orang tuanya. Kegembiraan itu diungkap Firman usai akad kredit kepemilikan rumah.

"Kami berdua sangat senang bisa tinggal di sini. Akhirnya ada program DP nol persen ini, dengan patungan, kami berdua melakukan pembayarannya dan Alhamdullilah bisa (punya rumah)," tutur Firman.

Firman bercerita, sudah lama dirinya ingin memiliki rumah sendiri. Namun, karena harga properti di Jakarta yang begitu mahal, dia tak kunjung membeli rumah. Sampai akhirnya ada program rumah DP 0 Rupiah yang dianggapnya sangat membantu. Firman pun seolah masih tak percaya.

"Bagaikan mimpi, selama ini kan saya masih numpang di orang tua, terus masih wara-wiri sana-sini. Mustahil bagi kami punya rumah sendiri. Apalagi dengan penghasilan kami yang secukupnya," ungkapnya.

Firman menambahkan, mengetahui program DP 0 Rupiah ini setelah mengunjungi kantor Dinas Perumahan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat itu dia mencari hunian di rusun Cipinang, namun menurut petugas sudah tidak ada unit yang kosong.

Petugas kemudian memberi informasi bahwa pada saat itu ada program rumah DP 0 Rupiah. Untuk pendaftarannya sedang dibuka. Tak berpikir panjang dia pun mencoba peruntungan tersebut. Hingga akhirnya dia mendapat unit ukuran 21 dengan luas bangunan 24 meter persegi tipe satu kamar. Selama tenor pembayaran 15 tahun, dia hanya merogoh kocek angsuran Rp 1,6 juta per bulan.

Hunian DP 0 Rupiah di Pondok Kelapa itu dibangun di atas lahan 5.686 m2, dengan total 21 lantai, terdiri dari 780 unit yang dibagi menjadi 3 tipe, yaitu pertama tipe studio berjumlah 240 unit, dengan kisaran harga setiap unit Rp 184,8 – 195,8 juta; tipe 1 kamar berjumlah 180 unit, dengan kisaran harga per unit Rp 210,7 – 213,4 juta; dan tipe 2 kamar berjumlah 360 unit, dengan kisaran harga tiap unit Rp 304,9-310,6 juta. Adapun fasilitas yang terdapat di hunian ini di antaranya, Balai Warga, PAUD, Taman Bermain Anak, Musala, dan bus Transjakarta. Selain itu, hunian juga dekat dari pasar dan sekolah.

Sementara itu, salah seorang penghuni Ria menyebutkan, proses kepemilikan rumah Samawa dianggapnya tidak menyulitkan. Selama memang syarat administrasi awal sudah terpenuhi. Ibu satu anak itu menambahkan, proses verifikasinya pun terbilang cepat.

"Kalau dari bank sih cepet prosesnya. Saya aja kemarin paling seminggu. Apalagi sekarang posisinya (rusun) udah dibangun," ungkapnya.

Keberadaan rumah DP 0 Rupiah ini sendiri dianggapnya cukup membantu warga berekonomi pas-pasan. Pasalnya, harga hunian masih lebih murah dibanding rumah petak. Lebih dari itu, program rumah Samawa ini tidak dibebankan uang muka.

Keamanan di rumah DP 0 Rupiah ini sendiri terbilang cukup baik. Selain dibekali dengan portal bagi kendaraan masuk dan keluar, juga ada kartu akses untuk menuju lantai atas. Kartu tersebut hanya diberikan kepada penghuni. Sedangkan bagi pengunjung harus seizin petugas keamanan.

"Di sini emang nggak semuanya bisa masuk," kata salah seorang petugas keamanan.

Ada lima syarat yang harus dipenuhi oleh para pendaftar. Syarat pertama adalah KTP DKI Jakarta milik pemohon dan pasangan yang minimal sudah 5 tahun saat pengajuan permohonan (asli dan fotocopy). Kedua adalah Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP pemohon (asli dan copy).

Syarat ketiga adalah Kartu Keluarga (asli dan copy). Keempat, Form Permohonan Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah. Itu tersedia di loket dan bisa di download di web samawa.jakarta.go.id, nantinya ditanda tangani pemohon dan pasangan di atas materai.

Syarat terakhir adalah melengkapi Formulir Pendaftaran DP Nol yang tersedia di loket, nantinya ditanda tangani pemohon.

Selanjutnya proses KPR mulai diurus Bank DKI dan dalam dua hingga tiga pekan para pemohon yang aplikasi kreditnya disetujui akan dihubungi Bank DKI untuk memasuki proses akad kredit. Dan akad kredit selesai biasanya dalam waktu beberapa minggu akan dilaksanakan proses serah terima kunci.

PT Bank DKI yang ditugaskan sebagai bank pelaksana program tersebut turut hadir dalam mensukseskan acara Festival Samawa DP 0 Rupiah yang secara bersamaan melakukan penandatanganan akad kredit kepada calon penghuni Klapa Village.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini mengatakan, bahwa calon penghuni telah melewati berbagai proses seleksi dan telah memenuhi kriteria untuk dapat difasilitasi pembiayaan kepemilikan dengan skema DP 0 Rupiah oleh PT Bank DKI.

Program rumah DP 0 Rupiah Samawa Klapa Village tersedia dalam 3 tipe, mulai dari tipe studio dengan luas 21m2 hingga 35m2 untuk tipe dua kamar tidur.

Hunian tersebut telah siap huni, tanpa uang muka, bebas biaya administrasi, bebas provisi kredit, bebas biaya akad & PPJB, tenor kredit hingga 20 tahun, dan cicilan hanya Rp 1.219.598 sampai Rp 2.255.095.

Program fasilitas pembiayaan DP Nol Rupiah dilakukan secara bertahap. Selain Klapa Village, ke depannya juga akan dibangun hunian di wilayah Cilangkap serta beberapa wilayah lain yang sedang dalam tahap kerjasama dengan pengembang swasta dengan mempertimbangkan tingkat permintaan/kebutuhan warga.

"PT Bank DKI akan terus mendukung Pemprov DKI Jakarta, sehingga apa yang menjadi harapan Bapak Gubernur dapat terwujud, dimana semua warga Jakarta setahap demi setahap nantinya bisa memiliki rumah milik mereka sendiri dan membawa mereka dalam eskalator kenaikan properti yang ada di Jakarta," ujar Herry.

 

(*)