Sukses

Moeldoko: 19 Oktober KSP Akan Dibubarkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut lembaga yang dipimpinnya saat ini akan dibubarkan, seiring berakhirnya masa pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla pada 20 Oktober mendatang. Menurut dia, setelah itu akan dibentuk KSP baru dengan penambahan tugas untuk membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Ya aturannya nanti tanggal 19 (Oktober) KSP akan dibubarkan. Setelah itu ada Perpres baru lagi KSP dibentuk, mungkin ada penambahan tugas delivery unit. Saya dapat pengarahan dari Bapak Presiden. Itu kira-kira," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Kendati begitu, Moeldoko mengatakan belum mengetahui apakah lembaga ini akan tetap bernama KSP atau berganti nama. Mantan Panglima TNI itu mengatakan bahwa hal ini masih dalam tahap pembicaraan.

"Ini namanya juga lagi dalam pembicaraan Beliau. Apakah namanya tetap KSP, apakah apa nanti ya. Kan ada penambahan satu misi baru sebagai delivery unit," kata dia.

Moeldoko menjelaskan, salah satu tugas baru yang disebut 'delivery unit. Menurut dia, KSP lembaga baru yang dibentuk ini akan mengawal program kementerian atau lembaga lainnya yang ditetapkan Jokowi dalam setiap sidang kabinet.

"Jangan sampai lepas, enggak ada yang ngawal. Jadi unit inilah," ucap Moeldoko.

2 dari 3 halaman

Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Selain itu, Moeldoko juga mengatakan pengumuman kabinet akan dilakukan usai Jokowi dilantik sebagai presiden periode kedua pada 20 Oktober mendatang. Dia mengatakan, pengumuman kabinet ini bisa dilakukan di Istana ataupun di luar.

"Bisa. Setelah itu bisa. Bisa juga diumumkan di Istana, bisa juga diumumkan di luar Istana," ujar Moeldoko.

Menurut dia, seperti yang disampaikan Jokowi bahwa kabinet periode berikutnya telah rampung disusun. "Ya kan komentar Pak Jokowi selalu menyampaikan sudah beres," kata dia.

Seperti diketahui, Jokowi dan Wapres terpilih akan dilantik sebagai presiden dan wapres periode 2019-2024. Moeldoko juga menyebut akan ada aksi para budayawan yang mengelar parade saat pelantikan nantinya.

"Intinya syukuran tapi juga ada kontribusi dari berbagai budayawan dari berbagai kelompok seni ingin meramaikan dalam bentuk parade budayalah begitu. Ya disilakan saja," jelas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Moeldoko: Kami Akan Telekonferensi dengan Profesor AS terkait KKR
Artikel Selanjutnya
Moeldoko: Pengusutan Kasus Novel Baswedan Lama Karena Memang Sulit