Sukses

Cerita Miris di Balik Kemilau Ibu Kota: Kos Kotak di Johar Baru

Jakarta - Gemerlap dan "janji" penghidupan layak di Jakarta sering kali membutakan. Padahal, hidup di kota besar seperti Jakarta tak selalu indah. Butuh perjuangan ekstra keras untuk mendapatkan kehidupan yang layak.

Terlebih biaya hidup tidaklah murah. Perlu perhitungan matang agar kebutuhan hidup tetap tercukupi. Salah satunya tempat tinggal.

Sulit mencari tempat tinggal murah yang layak. Di tengah fakta itu, muncul kabar, ada kos mirip boks besar atau hotel kapsul. Kamar kos tersebut hanya berukuran 2x1x1 meter.

Untuk duduk saja, kepala akan mentok di atap. 

Kos kotak ini letaknya ada di Johar Baru, Jakarta Pusat. Harganya sekitar Rp 300-400 ribu per bulan. Bahkan bisa bayar harian sebesar Rp 50 ribu.

Kamar kos kotak ini dibuat dalam sebuah bangunan 3 lantai. Pagar hitam yang menjulang tinggi menutupi ruang-ruang kecil di baliknya.

Lantai pertama diperuntukan untuk tempat parkir sepeda motor. Di samping kiri, tersedia rak sepatu. Adapula 3 buah toilet yang bisa digunakan para penghuni. Namun, keadaan di lantai 1 ini sedikit berantakan karena banyak barang-barang bekas yang belum dibuang.

Untuk menuju lantai dua, pengunjung harus menyusuri tanggal hitam kecil melingkar. Di situ ada pintu-pintu kecil berbahan besi berwarna putih berjajar saling berhadapan. Mirip jendela tapi itulah pintu masuk ke kos kotak tersebut. 

Di balik pintu itulah terdapat kasur yang bisa ditempati oleh 1 orang. Setiap kamar kos dilengkapi dengan lampu, dan 1 colokan listrik. Setiap ruangan, dilengkapi 1 buah pendingin udara untuk digunakan bersama.

Saat tim Jawapos ke lokasi, para penghuni terlihat bersantai sembari berbaring di kasurnya. Telepon genggam menjadi hiburan mereka. Tiga buah handuk tergantung di ujung lorong ruangan.

Bergeser ke lantai 3 kos kotak, tak ada yang berbeda. Kondisinya sama persis dengan pintu-pintu berjajar saling berhadapan. Luas kamar kosnya pun sama.

 

2 dari 2 halaman

Banyak Dicari

Namun, kos ini ternyata banyak diburu. Banyak orang yang hilir mudik menanyakan kos tersebut.

“Itu kosannya yang nomor 14 bukan? Di sini ada dua. Yang banyak dicari yang depan itu,” ujar salah seorang warga saat ditanya alamat kosan kotak.

Salah seorang penjaga kosan kotak ini berujar tempatnya tak sepi dari incaran orang-orang. Saat ini, hanya tersisa dua unit kamar di kos tersebut. 

“Di sini banyak yang sudah tahunan, dua tahun, setahun. Kalau harian Rp 50 ribu. Kalau mau ya langsung booking Rp 50 ribu, langsung saya tutup, segel,” ucap dia.

Ada dua jenis kamar kotak di sini. Baris bawah cenderung berukuran sedikit lebih besar. Sekitar 2×1,25 meter, harga sewanya per bulan Rp 400 ribu. Sedangkan untuk baris di atasnya berukuran sekitar 2×1 meter, dengan harga sewa perbulan Rp 300 ribu.

Fasilitas yang diberikan adalah kasur dan bantal. Tak ada uang iuran listrik, keamanan maupun air. Semuanya sudah ditanggung pengelola.

Kosan kotak ini bisa ditempati untuk perempuan maupun laki-laki.

Desain kosan seperti ini memang terlihat tidak lazim. Karena jarang ditemui. Biasanya kosan setidaknya berukuran 3×4 meter. Dengan tinggi lebih dari 2 meter.

Namun, di tempat ini, untuk berjalan di lorong kontrakan, harus sedikit menundukan kepala agar tidak tersentuh ke atap. Dengan tinggi kurang dari dua meter itu, masih dibuat untuk dua kamar yang saling bertumpukan.

“Zaman sekarang kan emang begini. Kan di akal-akalin biar bisa ini kan. Kan (penghuni) butuh buat jajan, (jadi dengan harga sewa murah) bisa buat yang lain lagi,” kata penjaga tersebut.

Harga murah tentu menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat di tengah kerasnya hidup di Ibu Kota. Apalagi bagi mereka yang butuh tempat tinggal hanya untuk istirahat setelah bekerja seharian. Tak peduli seberapa sempit ruangan yang jadi alas. Asalkan, mata terpejam lelap sudah cukup bagi mereka.

 

Ikuti berita Jawapos lainnya di sini