Sukses

4 Hal soal Tri Susanti, Perempuan yang Mengaku Jadi Korlap Aksi Mahasiswa Papua

Liputan6.com, Jakarta - Nama Tri Susanti mendadak dikenal banyak orang dan viral di sosial media. Susi alias Mak Susi mengaku menjadi koordinator lapangan atau korlap penggerudukan Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan, Surabaya, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Dia meminta maaf karena ada salah satu oknum yang meneriakkan kalimat rasis.

Susi mengklaim aksi itu hanya untuk membela Merah Putih yang isunya dirusak hingga dibuang.

Buntut dari penggerudukan itu, 43 mahasiswa dari asrama Papua digelandang ke Polrestabes Surabaya, namun tak lama dipulangkan.

Usut punya usut, Tri Susanti merupakan caleg Partai Gerindra. Selain itu, ia pernah dihadirkan sebagai saksi oleh kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).

Lalu siapakah sosok Tri Susanti? Berikut 4 hal tentang Tri Susanti yang mengaku korlap penggerudukan Asrama Mahasiswa Papua:

 

2 dari 6 halaman

Pernah Jadi Saksi di Sidang Sengketa Pilpres

Tri Susanti menjadi saksi untuk 02 pada sidang sengketa Pilpres yang digelar Rabu, 19 Juni 2019 lalu di Mahkamah Konstitusi (MK). Saat itu, ada 15 saksi fakta dan 2 saksi ahli yang dihadirkan.

Tri Susanti menjadi saksi bersama Dimas Yehamura, Beti Kristiani, Tri Hartanto, Risda mardiana dan Hairul Anas, Agus Muhammad Maksum, Listiani, Nur Latifah, Rahmadsyah dan Fakhrida

Untuk saksi ahli ada Jaswar Koto dan Soegianto Sulistiono.

 

3 dari 6 halaman

Alamat Tri Susanti di Surabaya

Usai namanya terkuak menjadi korlap aksi di Asrama Mahasiswa Papua (AMP), alamat Tri Susanti kembali dibahas di sosial media.

Akun Twitter @MasihYGKemarin menyoroti lokasi rumah Tri Susanti di Kenjeran dengan Asrama Mahasiswa Papua yang cukup jauh.

Lokasi rumah Tri Susanti diungkapnya sendiri saat memberi kesaksian di sidang sengketa pilpres di MK beberapa waktu lalu.

"Kalau tidak salah ibu ini dulu bilang tinggal di Kenjeran nah sedangkan alamat asrama Papua. Jl. Kalasan No.10, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Kota Surabaya. Nah apa beliau ini 1 RT atau beda?" cuit @MasihYGKemarin.

Netizen menimpali cuitan tersebut.

"Jauh banget itu, Mas," kicau akun @zubhan08.

"Antara Kenjeran dan Tambak Sari jauh lah..." cuit akun @tanzania48.

"Aneh ya... orang mereka yang berada di sana dari awal penyerangan... padahal belom ada saksi yang melihat mahasiswa Papua pelaku ya.. kenapa langsung di besarkan dan disebarluaskan di grup WA ya mereka.." kicau akun @EndiWidjajaK.

 

4 dari 6 halaman

Aksinya Bukan Atas Nama Partai

Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya BF Sutadi menanggapi polemik yang kini ikut menyeret-nyeret partai pimpinan Prabowo Subianto itu.

Menurut Sutadi, apa yang dilakukan oleh Tri Susanti tersebut diyakininya adalah demi Merah Putih. Apalagi dalam masalah tersebut, sebenarnya ia tidak mengatasnamakan partai.

Dalam kasus ini, Susi dianggap bukan representasi dari Partai Gerindra. Sehingga, seharusnya hal itu tidak perlu dihubung-hubungkan dengan partai berlambang burung Garuda itu.

"Sekali lagi Mbak Susi bukan representasi Gerindra dan kami yakin Mbak Susi bermaksud mulia," kata Sutadi.

 

5 dari 6 halaman

Janji Fadli Zon

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon akan menginvestigasi keterlibatan Tri Susanti alias Susi, salah satu caleg yang menjadi koordinator dalam aksi di asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

"Kita mau mendengarkan langsung apa yang sesungguhnya terjadi. Tidak hanya yang berseliweran dari media atau di sosial media. Ini dalam rangka untuk itu, tugas pengawasan," ujar Fadli.

Dikonfirmasi soal keterlibatan Mak Susi sebagai Korlap Ormas Surabaya, Fadli Zon mengaku tidak tahu. Namun ia memastikan akan melakukan investigasi terkait dengan hal tersebut.

"Saya enggak pernah tahu itu, nanti akan kita investigasi," tegas Fadli.

 

Reporter : Henny Rachma Sari

Sumber : Merdeka

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Geruduk Mahasiswa di Universitas Cendrawasih, Polri: Kami Diminta Rektorat Masuk Kampus
Artikel Selanjutnya
Polri: Kerusuhan di Wamena Papua Dipicu Hoaks Rasisme