Sukses

HEADLINE HARI INI:PERPISAHAN WAPRES, MENGENANG EKSISTENSI JK DI PANGGUNG POLITIK NASIONAL

Promosi Program Ayo Bergerak, Menpora: Kegiatan Pembudayaan Olahraga Harus Lebih Sering

Liputan6.com, Jakarta Rapat Koordinasi Ayo Bergerak dibuka oleh Menpora Imam Nahrawi yang didampingi Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Rabu malam (19/6). Rakoor yang bertemakan Ayo Bergerak! Dimana Saja, Kapan Saja, Bersama Siapa Saja ini bertujuan mengajak masyarakat untuk berolahraga dan meningkatkan kebugaran.

Rakoor ini dipandang penting sebagai sebuah upaya terus membudayakan olahraga, dimana dari data yang ada ketertinggalan angka kebugaran dibanding negara-negara lain masih sangat jauh dan perlu kerja ekstra keras lagi.

"Kegiatan pembudayaan olahraga harus lebih dipercepat dan dipersering baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Angka kebugaran 21 persen harus dipercepat agar bisa menjadi 100 persen," kata Menpora.

Setelah Gerakan Ayo Olahraga, SKJ Djadoel, Senam Lansia, kini pembudayaan olahraga kembali dimasalkan yaitu Senam Kebugaran Ayo Bergerak. Melalui rakoor lintas K/L dan stakeholder diharapkan dapat segera tersosialisaikan dengan baik ditengah masyarakat.

"Kemenpora menstimulasi, memotivasi, selebihnya tugas kita bersama untuk membuat seluruh rakyat Indonesia bergerak dan berolahraga. Saya mengajak seluruh masyarakat, ayo mumpung kita masih segar bugar, masih sehat seperti ini, jangan pernah berhenti bergerak dimanapun, kapan pun, bersama siapa saja, meskipun hanya 30 detik, agar kita tetap bugar diusia berapapun," tutup Menpora.

Pada kesempatan tersebut diperagakan gerakan-gerakan ringan Senam Kebugaran Ayo Bergerak, dipandu oleh instruktur yang diikuti seluruh peserta Rakoor dan tidak ketinggalan turut serta Menpora Imam Nahrawi dan para pejabat yang hadir, seperti Staf Ahli Ekraf Jonni Mardizal, para pejabat Eselon II, III, IV Kemenpora, perwakilan Dispora se-Indonesia.

 

(*)

Loading
Artikel Selanjutnya
KPK Siap Hadapi Perlawanan Eks Menpora Imam Nahrawi di Praperadilan
Artikel Selanjutnya
Imam Nahrawi Ajukan Permohonan Praperadilan