Sukses

Penjelasan PT Arsari Pratama Terkait Mobil Ambulans Gerindra Berisi Batu saat Aksi 22 Mei

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menyita satu unit ambulans berlogo Partai Gerindra dan berstiker wajah Prabowo-Sandiaga dari lokasi demo 22 Mei. Berdasarkan keterangan lima orang tersangka yang diamankan, mobil itu milik perusahaan PT Arsari Pratama.

Menanggapi hal ini, Direktur PT Arsari Pratama, Daniel Poluan menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak terkait dengan mobil ambulans berlogo Gerindra yang saat ini diamankan polisi saat kerusuhan 22 Mei 2019.

Apalagi, kata dia, terkait urusan masa berlaku STNK yang sudah habis setahun lebih.

"PT Arsari hanya menyumbang mobil tersebut untuk keperluan medis kepada Kesira (Kesehatan Indonesia Raya)," ujar Daniel Poluan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, 23 Mei 2019.

"Intinya PT Arsari membeli aset dan pinjam pakai kan ke Kesira. Dan Kesira mendistribusikan ke DPC-DPC untuk program pelayanan kesehatan," imbuhnya.

Untuk itu ia menegaskan, jika mobil ambulans itu digunakan bukan untuk keperluan medis, maka PT Arsari tidak bertanggung jawab.

"Kami tegaskan, tanggung jawab penggunaan, pemakaian dan pembayaran pajak kendaraan dibebankan ke pengguna atau yang pihak dikuasakan," tegasnya.

Daniel juga mengungkapkan bahwa sumbangan mobil pelayanan kesehatan bernomor polisi B 9686 PCF tersebut diberikan sudah sejak lama.

"Kami juga tidak ingat kapan mobil itu disumbangkan. Pokoknya sudah lama banget. Dan sekali lagi, itu untuk pelayanan medis," tandas Daniel Poluan.

2 dari 3 halaman

Awal Mula Ambulans Gerindra Ditemukan di Lokasi Kerusuhan

Sebelumnya, polisi membeberkan awal mula ambulans dengan nomor polisi B 9686 PCF ditemukan.

"Saat itu petugas kepolisian menemukan adanya mobil ambulans yang di dalamnya berisikan lima orang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Argo Yuwono.

Setelah dilakukan pengecekan ke bagian dalam ambulans, ditemukan sejumlah batu dan amplop berisi uang. Mobil itu beserta lima orang terdiri dari sopir dan penumpang diamankan dan dilakukan pemeriksaan.

"Hasilnya, tersangka berjumlah tiga orang berasal dari Tasikmalaya, mereka berangkat tanggal 21 Mei, jam 20.00. Berangkat ke Jakarta berpenumpang tiga orang yakni Y (sopir), I sekretaris DPC Tasikmalaya, dan O wakil sekretaris menggunakan ambulans," jelasnya.

Pengakuan mereka, keberangkatan ketiganya ke Jakarta membawa ambulans karena diperintah. Tujuannya, untuk membantu jika ada korban di kegiatan 22 Mei. Mereka juga dibekali Rp 1,2 juta untuk uang operasional.

"Ada perintah dari ketua DPC, tujuan wilayah-wilayah kirim ambulans ke Jakarta untuk bantu kalau ada korban 22 Mei. Jadi sebelumnya sudah antisipasi," katanya.

Kemudian, setibanya di Jakarta ketiganya menuju Jalan Cokroaminoto, Jakarta Pusat. Di sana, dua orang lainnya asal Riau, berinisial HS dan SGC ikut menumpang.

"Setelah kita cek dia simpatisan," katanya.

Reporter: Ronald

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading