Sukses

Ekosistem Taman Nasional di Probolinggo Rusak Akibat Erupsi Gunung Bromo

Liputan6.com, Probolinggo - Abu vulkanik terus menghujani sejumlah daerah yang berada di kawasan Gunung Bromo. Tak hanya mengganggu aktivitas warga, ekosistem Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), rusak akibat erupsi.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Sabtu (23/3/2019), jalan utama menuju lautan pasir di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo tampak penuh dengan abu vulkanik.

Abu dengan ketebalan hingga 5 sentimeter juga menempel pada pepohonan di sepanjang jalan. Pohon-pohon terutama jenis cemara dan akasia banyak yang tumbang lantaran  tak mampu menahan beban abu vulkanik. Jenis tanaman khas pegunungan seperti edelwis juga terancam rusak.

Selain tanaman, puluhan jenis hewan khas Gunung Bromo pun yang tersebar di area seluas 50 ribu hektare terancam keberadaannya. Binatang seperti monyet abu-abu dan monyet ekor panjang serta elang jawa dipastikan lari menghindari guyuran abu vulkanik.  

 

“Ini semua terdampak. Pagi tadi ada sebagian pohon yang tumbang karena berat dari material abu vulkanik,” ujar Kepala Resort Lautan Pasir TNBTS Subur Hari Handoyo.  

Hingga Sabtu pagi, Gunung Bromo masih menyemburkan asap tebal berwarna kelabu bercampur material abu vulkanik. Angin membawa asap dan abu vulkanik mengarah ke wilayah Kabupaten Lumajang dan sebagian Probolinggo.