Sukses

Putra Nababan: Membumikan Pancasila Jadi Tantangan Besar PDIP pada HUT ke-46

Liputan6.com, Jakarta PDI Perjuangan genap berusia 46 tahun. Politikus PDIP Putra Nababan menilai tantangan terberat bagi partai berlambang banteng moncong putih tersebut saat ini adalah membumikan nilai-nilai Pancasila bukan saja dalam program-program pemerintah, tapi dalam nilai-nilai kehidupan masyarakat setiap hari.

"Ibu Megawati mengamanatkan tugas utama setiap kader adalah dengan sepenuh hati dan jiwa untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Memang tugas besar dan tantangan berat. Tapi kami siap," kata Putra di arena HUT ke 46 PDIP, Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Menurut dia, partai dengan nomor urut 3 ini akan tetap menjadi garda terdepan dalam meneruskan perjuangan para pendiri bangsa demi menjaga serta melestarikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Optimisme itu bukan tanpa alasan, sebab partai yang dikomandoi Megawati Soekarnoputri itu memiliki roh semangat dari bapak pendiri bangsa Bung Karno.

"Kita semua dari berbagai suku, agama, ras, sepakat untuk terus bersama, menjaga NKRI dan kita harus Pancasila dan merealisasikan nilai-nilainya. Memilih PDI Perjuangan adalah memilih untuk penjaga kesepakatan dari para pendiri bangsa tahun 1945," ungkap Putra.

Caleg DPR RI PDI Perjuangan Dapil DKI 1 (Jakarta Timur) nomor urut 2 itu kemudian menceritakan dirinya yang mulai bergabung di partai berlambang banteng moncong putih itu sejak 2008.

"Saya bergabung dengan PDI Perjuangan memiliki KTA (Kartu Tanda Anggota) itu sejak 2008, tapi saya aktif di PDI Perjuangan dan mengenal Ibu Mega sebagai ketua umum sejak tahun 1994, ketika menjadi reporter di koran Merdeka," ungkap mantan presenter terbaik Indonesia ini.

 

2 dari 3 halaman

Sejarah Panjang

Putra juga memaparkan PDI Perjuangan merupakan partai yang memiliki perjalanan sejarah panjang, di mana asam garam persoalan telah dilalui dengan luar biasa oleh para kader-kader perjuangan. Ia mencontohkan di masa-masa perjuangan saat era orde baru hingga reformasi PDI Perjuangan melewati banyak sekali tantangan.

"Menurut saya, ini adalah satu kesempatan emas, satu kesempatan yang baik buat kita generasi muda atau pun kita kader-kader baru di PDI Perjuangan untuk bisa melanjutkan perjuangan itu," ujarnya.

Pria yang lama berkiprah di dunia jurnalistik ini pun melihat PDI Perjuangan sangat dekat dengan wong cilik. "PDI Perjuangan itu dekat dengan masyarakatnya, karena yang selalu diingatkan oleh Ibu Megawati adalah tanpa rakyat kita tidak ada artinya apa-apa," ungkapnya.

Di PDI Perjuangan, sambung dia, para kader selalu diajarkan untuk bisa saling asih bersama masyarakat. "Kita bisa menangis dan tertawa bersama dengan rakyat, itu yang paling penting buat PDI Perjuangan. Jadi, kekuasaan itu tidak ada artinya kalau kita tidak dipercaya oleh masyarakat, kita tidak dekat dengan rakyat," paparnya.

Di tengah masa kampanye jelang Pemilu 2019 ini, Putra pun berharap masyarakat Indonesia untuk terus maju memperjuangkan apa yang telah diperjuangkan oleh bapak pendiri bangsa terdahulu yang tidak takut menyumbangkan nyawanya melawan para penjajah, demi kemerdekaan bangsa dan Negara Indonesia.

Utamanya, Putra menambahkan, yang terpenting adalah bagaimana para generasi penerus bangsa terus berupaya memperjuangkan secara konkrit ideologi Pancasila. Hal itu dapat diwujudkan dalam bentuk program kerja atau strategi komunikasi kepada masyarakat yang nantinya bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kader NU Sambut Kedatangan Ma'ruf Amin di Tuban

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Megawati Tak Ingin PDIP Diisi Kader Karbitan Comotan dari Partai Lain
Artikel Selanjutnya
Cerita Megawati Minta JK Kembali Jadi Cawapres 2019