Sukses

4 Fakta Terbaru Penusukan Siswi SMK di Bogor

Liputan6.com, Jakarta - Seorang siswi SMK bernama Adriana Yubelia Noven Cahya (AYNC) menjadi korban penusukan.

Usai pulang sekolah saat hendak menuju kos, AYNC ditusuk di sebuah gang di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat.

AYNC merupakan warga asli Cianjur, namun menempuh pendidikan di Bogor. Ia belum lama pindah kos di Jalan Riau 44 karena sebelumnya tinggal tak jauh dari sekolahnya.

Polisi pun bergerak cepat. Usai melakukan olah TKP, penyidik mengamankan barang bukti berupa sarung senjata tajam jenis badik yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk siswi SMK tersebut.

Polisi juga mengamankan telpon genggam milik korban serta rekaman CCTV yang berada di ujung gang tersebut. Dan kini, nampaknya titik terang pelaku penusukan AYNC mulai terbuka.

Berikut 4 fakta terbaru penusukan siswi SMK AYNC yang dihimpun Liputan6.com:

 

2 dari 6 halaman

1. Kantongi Ciri-Ciri Pelaku

Polisi masih memburu pelaku pembunuhan siswi SMK Baranangsiang, Andriana Yubelia Noven Cahya di Jalan Riau, Kota Bogor, Selasa, 8 Januari 2019 sore.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya rekaman CCTV. Polisi juga sudah mengantongi ciri-ciri pelaku penusuk siswi kelas 3 jurusan tata busana tersebut.

"Sudah ada gambaran. (Pelakunya) sedang kami kejar," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser kepada wartawan, Rabu, 9 Januari 2019 dini hari.

Ia menyebutkan, sebanyak empat saksi sudah dimintai keterangan dan sejumlah barang bukti seperti baju korban, senjata tajam jenis badik, serta rekaman CCTV sudah diamankan petugas sebagai petunjuk untuk menangkap dan mengungkap kasus penusukan tersebut.

"Kita tunggu hasilnya," ujar pria yang baru hari ini mulai bertugas sebagai Kapolresta Bogor Kota ini.

 

3 dari 6 halaman

2. Sudah Incar Korban

Polisi masih memburu pelaku pembunuhan AYNC. Diduga, pelaku sudah mengincar siswi SMK di Kota Bogor sebelum terjadinya pembunuhan tersebut.

Penjaga Kost Putri 44 tempat korban tinggal, Lia Amalia mengungkapkan, sehari sebelum kejadian dia sempat melihat seorang pria mondar-mandir di gang tempat korban ditikam hingga meregang nyawa.

"Waktu hari Senin, saya sempat lihat ada pria di gang itu. Dia mondar mandir dari jam 16.00 sampai 17.30 WIB. Saya ga kenal," kata Lia.

Bahkan, ia sempat beberapa kali memerhatikan pria yang mencurigakan tersebut. Namun setiap diperhatikan pria itu selalu membuang muka. Setelah itu, berpura-pura pergi ke arah samping Masjid Raya Bogor, tak lama pria misterius tersebut kembali ke tempat semula.

"Kebetulan hari Senin korban pulang lebih cepat. Sebelum jam 16.00 WIB, sudah ada di kosan," kata dia.

Namun nahas, di hari berikutnya dia meregang nyawa. Ia mencurigai, pria yang terlihat mondar-mandir di hari sebelum kejadian diduga sebagai pelakunya.

"Kejadian penikaman, waktunya hampir sama waktu pria itu terlihat mondar-mandir di hari Senin," ucap Lia.

Ketua RT 01/03 Kelurahan Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur, Rachmat Budiarto mengatakan, pelaku ditengarai sudah membaca situasi sekitar lokasi sebelum melakukan aksi penikaman siswi kelas XII jurusan busana ini.

Pelaku juga sudah mengetahui jadwal dan jalur yang dilalui korban saat pulang sekolah menuju ke kosan.

"Kalau dilihat di CCTV, pelaku memang sudah menunggu kedatangan korban. Saat korban muncul pelaku langsung melancarkan aksinya,” kata Rachmat.

 

4 dari 6 halaman

3. Motif Diduga Sakit Hati

Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser mengatakan, pihaknya masih mengejar pelaku pembunuhan seorang siswi SMK Baranangsiang tersebut.

Ia menduga motif sementara kasus penusukan hingga menyebabkan korban tewas dilatarbelakangi karena dendam dan sakit hati.

"Pada umumnya kasus seperti ini pasti ada motifnya. Dugaan awal karena dendam dan sakit hati," ujar Hendri.

Hasil penyelidikan sementara, korban menderita luka tusuk senjata tajam yang menembus dada bagian kiri sedalam 22 sentimeter dengan lebar luka 3 sentimeter.

Luka tusukan yang dialami korban cukup parah, sehingga menyebabkan gadis kelahiran Bandung, Jawa Barat, itu meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit.

 

5 dari 6 halaman

4. Mantan Kekasih

Polisi menemukan titik terang kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi SMK Baranangsiang, Bogor. Pelaku diduga kuat merupakan mantan kekasih korban.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser mengatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku penusukan siswi kelas XII itu. Saat ini, polisi memburu pelaku berinisial S tersebut.

"Sudah teridentifikasi. Tinggal nunggu waktu, karena saat akan ditangkap, tadi pelaku sedang mengikuti acara keagamaan di Bandung," kata Hendri, di Mapolresta Bogor Kota, Rabu, 9 Januari 2019.

Hendri menduga, pelaku yang diperkirakan berusia 19 tahun ini adalah mantan kekasih korban. Karena diduga sakit hati, pelaku yang sudah menunggu di gang menikam menggunakan badik saat siswi SMK itu pulang sekolah.

"Mungkin pernah dekat atau bisa jadi mantan kekasihnya. Ini baru dugaan, kan pelakunya belum ketangkep," ujar Hendri.

Hendri mengungkapkan, kasus tersebut terkuak dari rekaman CCTV, di mana raut wajah pelaku yang terekam kamera pengintai memiliki kesamaan dengan foto yang tersebar di media sosial.

"Dan ada satu orang teman korban yang kenal sama pria itu. Dari gaya berjalan pun sama. Makanya terduga pelaku mengarah ke dia," ucap Hendri.

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Penusukan Siswi SMK di Bogor
Artikel Selanjutnya
Penusukan Siswi SMK di Bogor Diduga Dilakukan Mantan Kekasih