Sukses

Modernisasi Alutsista Polairud Dinilai Dapat Tekan Kejahatan Perairan

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi III Ahmad Sahroni mendukung modernisasi alat utama sistem senjata (Alutsista)di Korps Kepolisian Air dan Udara (Polairud) untuk menjaga keamanan perairan dan udara Indonesia.

Modernisasi alutsista dipandangnya harus mampu dibuktikan Korps Polairud dengan semakin minimnya kejahatan di wilayah perairan Indonesia di masa mendatang.

"Para pelaku kejahatan selain terus mempercanggih modusnya juga mengembangkan alat yang digunakan, salah satunya tentu telekomunikasi. Mereka juga memanfaatkan banyaknya celah berupa dermaga kecil atau biasa disebut jalur tikus yang tersebar di Indonesia," terang Sahroni dalam keterangan tertulis, Rabu (5/11/2018).

Ia berharap dengan penambahan armada berupa 23 kapal dan pesawat serta helikopter membuat pengawasan di perairan semakin maksimal. Sehingga penyelundupan baik ke dalam ataupun keluar negara kita dapat terus ditekan.

Senada dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Sahroni menekankan pentingnya sinergi antara Bakamla, TNI Al, dan Bea Cukai. Selain penyelundupan berbagai sumber daya alam Indonesia ke luar negeri, kejahatan lain adalah penyelundupan narkoba, senjata hingga pengiriman TKI ilegal.

"Di samping ilegal fishing, illegal logging, penyelundupan berbagai hasil laut, bahan bakar ilegal dan TKI ilegal, Polairud harus mewaspadai dan memaksimalkan pengawasan narkoba ataupun senjata ke Indonesia. Pesan Kapolri mengenai pemberdayaan nelayan untuk membantu pengawasan harus benar-benar dijalankan dengan baik," tegas Sahroni.

 

2 dari 2 halaman

Alutsista Baru

Di sela-sela syukuran peringatan HUT ke-68 Polairud di Pangkalan Polairud Korpolairud Baharkam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, secara simbolis Kapolri Jenderal Tito Karnavian meresmikan alutsista baru berupa satu unit kapal patroli lepas pantai, lima unit kapal patroli cepat, 15 unit kapal pemburu cepat, satu pesawat CN, dan satu helikopter Bell.

Total alutsista baru dimiliki Polairud sebanyak 23 yang terdiri dari kapal, pesawat serta helikopter.

Kapolri Tito berharap armada ini bisa menekan kejahatan di wilayah perbatasan Indonesia. Kehadiran armada baru sangat diperlukan untuk mendukung mobilitas Polairud karena wilayah Indonesia yang sangat luas berupa kepulauan dan 60 persen adalah perairan.

"Korps Polairud bisa survive selama 68 tahun. Tidak hanya sekadar bertahan tapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Peran di cross border membantu memberantas illegal fishing, smuggling, penyelundupan, human trafficking, serta kejahatan umum konvensional seperti perompakan," ujar Kapolri.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Loading