Sukses

Wiranto: Jumlah Korban Penembakan KKB di Papua 19 Orang

Liputan6.com, Jakarta - Menko Polhukam Wiranto memastikan jumlah korban tewas yang dibunuh kelombok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua sebanyak 19 orang.

Pernyataan ini sekaligus membantah kabar sebelumnya yang menyebut jumlah korban sebanyak 31 orang.

Dia menuturkan, total ada 25 pekerja PT Istaka Karya, yang ditahan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), 6 melarikan diri, 19 orang meninggal. Dan dari 6 orang itu, masih ada orang sudah diselamatkan dan sisanya masih dilakukan pencarian.

"Bukan 31 ya, tapi dari 25 yang mereka tahan, mereka melakukan penembakan yang sangat brutal dan ada 6 yang bisa melarikan diri, sehingga sekarang ini korban yang mereka tembak dan meninggal jelas itu 19. Dan 4 bisa diselamatkan oleh pasukan kita dan 2 dua sedang dilakukan pencarian," ucap Wiranto di kantornya, Rabu (5/12/2018).

Wiranto menegaskan, pihaknya akan mengejar pelaku sampai tertangkap. Dia menilai, tindakan mereka sungguh brutal dan tidak manusiawi.

"Kita bersihkan mereka, kita tangkap mereka. Ini kan sesuatu kejadian yang tidak kita sangka. Karena mereka ada satu kegiatan 1 Desember itu, tapi ternyata ada satu rencana brutal seperti ini. Namanya gerakan kriminal separatisme bersenjata, polisi maupun militer boleh ngejar," ungkap Wiranto.

Senada, Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi, membenarkan laporan tersebut. Menurut dia, hal itu didapat dari korban yang selamat dari serangan KKSB.

"Dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKSB di lereng bukit Puncak Kabo adalah 19 orang," pungkas dia.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

2 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

3 dari 3 halaman

Kirim Pasukan Elite

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet mendorong Panglima TNI dan Kapolri mengirim pasukan elit di masing-masing kesatuannya untuk memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

KKB merupakan pembunuh 31 pekerja proyek Trans Papua di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

"Kami mendorong Panglima TNI dan Kapolri untuk mngirim pasukan-pasukan elite yang ada di kesatuan-kesatuannya. Karena hal ini tidak bisa dianggap remeh dan harus dituntaskan dalam waktu dekat," kata Bamsoet di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Politikus Golkar ini menegaskan, aparat keamanan tidak boleh setengah-setengah dalam memburu KKB. Selain menangkap, aparat keamanan harus menyeret KKB ke meja hijau.

"Kami mendesak dan mendorong seluruh pasukan yang ada, untuk segera memburu pelakunya dan menyeret ke pengadilan," ujar dia.

DPR, lanjut Bamsoet, mendukung penuh apa pun langkah tegas yang diambil TNI dan Polri. Termasuk menggunakan langkah represif dalam menangkap KKB. Asalkan langkah tersebut bisa menyelamatkan rakyat dan bangsa dari ancaman kelompok tertentu.

"Apapun yang bisa dilakukan untuk menuntaskan itu, DPR pasti setuju. Jangan sampai ada lagi korban warga yag jatuh. Berapa pun ongkosnya," kata Bamsoet.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Artikel Selanjutnya
Penembakan 31 Pekerja di Papua
Artikel Selanjutnya
TNI-Polri Sisir Lokasi Penembakan 31 Pekerja Trans Papua