Kereta Barang di Lahat Anjlok, Seorang Tewas

Sebanyak 13 gerbong kereta barang yang membawa minyak anjlok di antara Stasiun Bungamas dan Sukaraja, Lahat, Sumsel. Bambang Siswanto, pegawai rem kereta tewas terhimpit dua gerbong ketel minyak dan semen.

Diterbitkan 16 Mei 2002, 20:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Lahat: Sebanyak 13 gerbong rangkaian kereta barang yang membawa minyak dan semen anjlok di antara Stasiun Bungamas dan Sukaraja, Lahat, Sumatra Selatan, Rabu (15/7). Akibatnya, seorang petugas pelayan rem kereta bernama Bambang Siswanto tewas. Jalur kereta penumpang juga menjadi terhambat. Informasi yang dihimpun SCTV menyebutkan, Bambang tewas karena terhimpit dua gerbong ketel berisi minyak dan dua ketel berisi semen yang terguling keluar dari rel. Saat ini, kedua gerbong yang terguling sudah dibawa ke Stasiun Lubuk Linggau dan Lahat.

Kepala Stasiun Lubuk Linggau Mukhlis belum bisa memastikan penyebab kecelakaan. Ia menduga, kereta barang anjlok karena kondisi tanah yang labil. Saat ini, pegawai PT Kereta Api Indonesia masih bekerja keras menormalkan jalur rel di lokasi kejadian.

Sedianya, 13 gerbong kereta barang itu akan membawa minyak dan semen untuk warga Lubuk Linggau, Kabupaten Musirawas. Kereta barang itu memang kerap membawa minyak dengan rute Stasiun Kertapati Palembang-Lubuk Linggau.

Saat kereta barang tadi anjlok, ribuan liter minyak solar yang tumpah langsung diperebutkan warga sekitar. Untungnya, aparat keamanan segera menjaga lokasi sehingga penjarahan muatan minyak solar tak berlanjut.

Kecelakaan serupa juga pernah terjadi di Musirawas, Oktober silam. Saat itu, 240 ton minyak dan 600 sak semen tumpah karena kereta barang yang mengangkutnya pun anjlok. Akibatnya, Pertamina mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta [baca: Kereta Anjlok, Pertamina Merugi Rp 500 Juta].(ULF/Ajmal Rokian dan Yanuar Ihrom)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6