Ja`far: Tuduhan Itu Hanya Mengada-ada

Ja`far Umar Thalib siap mengklarifikasi tuduhan memprovokasi kerusuhan di Soya, Ambon, saat berpidato di Masjid Al Fatah. Penangkapan Ja`far disambut pemblokiran jalan di Makassar, Sulsel.

Diterbitkan 05 Mei 2002, 08:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Makassar: Panglima Laskar Jihad Ahlus Sunnah Waljamaah Ja`far Umar Thalib menilai tuduhan pemerintah bahwa dirinya provokator kerusuhan di Soya, Ambon, Maluku, sebagai ketidakmampuan pemerintah dalam menangani hal itu. Karena itu, ia siap mengklarifikasi pidatonya di Masjid Al Fatah, Ambon, yang diduga memicu bentrokan di Soya. "Tuduhan itu hanya mengada-ada dan pengalihan penyelesaian kasus Republik Maluku Selatan," kata Ja`far di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/5), sebelum berangkat ke Surabaya, Jawa Timur [baca: Ja`far Umar Thalib Ditangkap].

Menurut Ja`far, bila dirinya ditangkap secara premanisme, maka akan dilawan dengan cara premanisme pula. Tapi, bila penangkapan dilakukan sesuai prosedur hukum, ia akan melawan dengan cara hukum. "Tergantung apa yang dilakukan pemerintah," kata Ja`far.

Ja`far menambahkan, sebenarnya sebelum ia tiba di Ambon, warga Maluku sudah marah lantaran rencana pengibaran bendera RMS. Nah, puncaknya saat perayaan Hari Ulang Tahun ke-52 RMS pada 25 April silam, tepatnya ketika bendera kelompok separatis itu mengudara dengan balon gas. Bahkan, rakyat Maluku sempat mengancam akan mengobarkan perang rakyat bila terjadi pengibaran bendera RMS. "Jadi, ketika saya tiba, Kota Ambon telah dipenuhi slogan ancaman terhadap pengibaran bendera RMS," kata Ja`far.

Sementara itu, penangkapan Ja`far di Surabaya langsung disambut aksi di sejumlah daerah. Di Makassar, aksi yang dilakukan mahasiswa Universitas Hasanuddin diwarnai dengan pemblokiran jalan di depan Kampus. Mereka juga membakar ban dan menutup jalan dengan sejumlah benda. Sayangnya, aksi yang diawali dengan damai ini nyaris menimbulkan bentrokan antara pengunjuk rasa dan puluhan sopir angkutan kota atau pete-pete. Pasalnya, pemblokiran ini mengakibatkan kemacetan selama berjam-jam. Namun, keadaan itu sudah dapat teratasi setelah para demonstran membuka kembali jalan tersebut.(ORS/Iwan Taruna)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6