Dua Ledakan Mengguncang Ambon, 12 Orang Tewas

Desa Soya, Kecamatan Sirimau, Ambon, diguncang dua ledakan pada pukul 04.00 dan 06.00 WIT. Korban tewas dilaporkan 12 orang dan belasan lainnya cedera. Dua SSK polisi dikirim dari Jakarta.

Diterbitkan 29 April 2002, 06:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Ambon: Situasi mencekam tampaknya masih memayungi Kota Ambon, Maluku. Buktinya, pengibaran bendera Republik Maluku Selatan dan dua ledakan masih mengguncang Ibu Kota Provinsi Maluku, Ahad (28/4) pagi. Ledakan yang sempat mengagetkan penduduk Desa Soya, Kecamatan Sirimau, itu terjadi pada pukul 04.00 WIT [baca: Ambon Diguncang Ledakan Lagi]. Akibat ledakan, 12 orang dilaporkan tewas dan puluhan rumah hancur.

Reporter SCTV Mohammad Kemal dan Mohammad Guntur di Kota Ambon melaporkan, ledakan pertama diawali dengan pemadaman aliran listrik. Beberapa saat setelah ledakan, tampak 12 orang tergeletak tewas. Diduga kuat pelaku peledakan menggunakan mortir karena sekujur tubuh para korban tewas terbakar. Sedangkan belasan orang lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Bakti Rahayu.

Tak ayal, ledakan tadi memicu konsentrasi massa. Belum hilang dari rasa terkejut, warga Kota Ambon kembali dikagetkan dengan ledakan kedua, tepat dua jam kemudian. Tak hanya itu, tepat pukul 09.00 WIT, balon gas berbendera RMS kembali mengudara dari kawasan Mardika. Tentu saja, hal ini memicu reaksi massa untuk berkumpul.

Kepala Kepolisian Daerah Maluku Brigadir Jenderal Polisi Sunarko yang berada di lokasi menolak berkomentar. Kendati demikian, insiden kali ini tak mengganggu peribadatan umat kristiani di Kota Ambon. Mereka tampak mengunjungi sejumlah gereja untuk mengikuti kebaktian.

Menurut Kantor Berita Antara, sebelum dua ledakan, sekelompok massa berseragam hitam menyerang Desa Soya dan Desa Ahoru. Serangan dari sekelompok massa yang belum dapat dikenali itu diduga berlangsung sekitar pukul 04.30 WIT. Sementara serangan tersebut mengakibatkan beberapa rumah penduduk di Desa Soya terbakar. Sedangkan 12 orang korban tewas diketahui bernama Liberti alias Gilbert Renata (60), Ebe Tehelatu (66), Michael Huaa (seorang pelajar), pasangan suami-istri Hein Patty dan Idi Patty, Souhoka, Mustamu, Nike Mustamu, Any Hityahubessy, Irene Hityahubessy, Aknesia Debora (bayi), serta Roy Souhoka.

Atas kejadian tersebut, Kepala Polri Jenderal Da`i Bachtiar memerintahkan pengiriman dua satuan setingkat kompi (SSK) Brigade Mobil ke Desa Soya. Kapolri juga menyesalkan dua peledakan di Kota Ambon, pagi tadi. Menurut dia, hal itu justru berpotensi menimbulkan konflik susulan di Maluku, pascaperundingan Malino Dua.

Kapolri sendiri mengaku menerima laporan dari Kapolda Maluku pada pukul 03.00-03.30 WIT bahwa terjadi penyerangan warga oleh warga lainnya yang menimbulkan korban. "Ketika itu dilaporkan bahwa korban tewas baru delapan orang," ucap Kapolri, usai menghadiri acara pelantikan Badan Narkotika Provinsi DKI Jakarta, di Lapangan Monas, Jakpus, tadi pagi.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6