Liputan6.com, Ambon: Situasi Kota Ambon, Maluku, kembali memanas setelah sekelompok massa merusak dan membakar Kantor Gubernur Maluku, Rabu (3/4) siang. Kobaran api dilaporkan masih melalap bangunan Pemerintah Daerah Tingkat I Ambon tersebut. Mereka juga merusak dan membakar baliho-baliho yang berisikan imbauan perdamaian Malino II. Hingga berita ini ditulis, massa masih berkumpul di sekitar Kantor Gubernur.
Massa marah menyusul ledakan sebuah bom di Jalan Setia Budi, Ambon, sekitar pukul 11.30 WIT. Delapan korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Rahayu, 16 orang dirawat di RS Gereja Protestan Maluku, dan 26 korban dirawat intensif di RS Umum Ambon. Sejauh ini, belum ada korban tewas.
Sejumlah saksi mata menuturkan, bom tersebut dilemparkan dari sebuah mobil Toyota jenis Kijang berwarna merah. Setelah melempar bom, mobil tadi segera melaju ke Jalan Sultan Hairun terus ke Jalan Antoniribuk. Ledakan itu juga telah menghanguskan sebuah sepeda motor Vespa, lapak tempat jualan koran dan majalah, serta memecahkan kaca-kaca Hotel Amboina yang berada di sekitar tempat kejadian.
Akibat ledakan dan pembakaran Kantor Gubernur itu, situasi di Ibu Kota Provinsi Maluku itu kembali tegang setelah beberapa pekan tenang menyusul kesepakatan damai Malino II [baca: Sebelas Kesepakatan Mengakhiri Pertemuan Malino]. Ketegangan itu juga mengakibatkan para pegawai menghentikan aktivitas, demikian pula dengan kegiatan belajar mengajar terpaksa terhenti. Semua orang tampak berusaha menyelamatkan diri ke daerah-daerah aman maupun di rumah masing-masing.
Sampai saat ini, penguasa Darurat Sipil Daerah Maluku Gubernur Maluku Saleh Latuconsina, Panglima Daerah Militer XVI Pattimura Brigadir Jenderal TNI Mustopo, belum memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut. Begitu pula dengan Kepala Kepolisian Daerah Maluku Brigadir Jenderal Polisi Sunarko D.A. belum bisa dikonfirmasi atas peristiwa dan langkah pengamanan yang diambil.(DEN/Sahlan Heluth)
Massa marah menyusul ledakan sebuah bom di Jalan Setia Budi, Ambon, sekitar pukul 11.30 WIT. Delapan korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Rahayu, 16 orang dirawat di RS Gereja Protestan Maluku, dan 26 korban dirawat intensif di RS Umum Ambon. Sejauh ini, belum ada korban tewas.
Sejumlah saksi mata menuturkan, bom tersebut dilemparkan dari sebuah mobil Toyota jenis Kijang berwarna merah. Setelah melempar bom, mobil tadi segera melaju ke Jalan Sultan Hairun terus ke Jalan Antoniribuk. Ledakan itu juga telah menghanguskan sebuah sepeda motor Vespa, lapak tempat jualan koran dan majalah, serta memecahkan kaca-kaca Hotel Amboina yang berada di sekitar tempat kejadian.
Akibat ledakan dan pembakaran Kantor Gubernur itu, situasi di Ibu Kota Provinsi Maluku itu kembali tegang setelah beberapa pekan tenang menyusul kesepakatan damai Malino II [baca: Sebelas Kesepakatan Mengakhiri Pertemuan Malino]. Ketegangan itu juga mengakibatkan para pegawai menghentikan aktivitas, demikian pula dengan kegiatan belajar mengajar terpaksa terhenti. Semua orang tampak berusaha menyelamatkan diri ke daerah-daerah aman maupun di rumah masing-masing.
Sampai saat ini, penguasa Darurat Sipil Daerah Maluku Gubernur Maluku Saleh Latuconsina, Panglima Daerah Militer XVI Pattimura Brigadir Jenderal TNI Mustopo, belum memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut. Begitu pula dengan Kepala Kepolisian Daerah Maluku Brigadir Jenderal Polisi Sunarko D.A. belum bisa dikonfirmasi atas peristiwa dan langkah pengamanan yang diambil.(DEN/Sahlan Heluth)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/370391/original/030402bAmbon1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262510/original/043477700_1781827837-AP26169828495121-Kanada_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542959/original/069384900_1775008055-Italia_vs_Bosnia-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263474/original/094364200_1781931705-paraguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8415599/original/012053300_1782300444-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263847/original/059626700_1782021744-000_B7RA6W8.jpg)