Sukses

Panglima TNI Nobar Film G30S/PKI Bareng Jokowi di Bogor

Liputan6.com, Bogor - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ikut bergabung nonton bareng pemutaran film G30S/PKI, bersama Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Makorem 061/Suryakancana, Kota Bogor, Jumat malam.

Panglima TNI tiba di lapangan tenis Makorem 061/Suryakancana sekitar pukul 23.30 WIB, dan langsung bergabung dengan Presiden Jokowi yang hadir pada pukul 20.00 WIB.

Presiden Jokowi juga didampingi Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Mirza Agus, Dandim 0606/Kota Bogor Letkol Arm Doddy Suhadiman, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, dan Wakapolresta Bogor Kota AKBP Rantau.

Seperti dilansir Antara, Jumat (29/9/2017), pemutaran film G30S/PKI ini dihadiri sekitar 1.000 penonton terdiri dari warga, anggota TNI, dan juga Polri serta taruna. Penayangan film berdurasi empat jam ini dimulai dari pukul 20.00 WIB.

Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Mirza Agus mengatakan, sebelum nobar bersama Presiden, Korem 061/Suryakancana telah memutar penayangan film di Makorem dengan versi singkat, yakni satu jam.

"Khusus malam ini kita nonton bersama masyarakat, TNI, Polri dan Presiden juga hadir," kata Mirza.

Mirza mengatakan dengan adanya nobar film G30S/PKI, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

 

2 dari 2 halaman

Imbuan Panglima TNI Nobar Film G30S/PKI

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebelumnya mengimbau kepada jajarannya dan masyarakat, agar menonton film G30S/PKI.

Gatot berharap, masyarakat mengetahui sejarah kekejaman PKI di Indonesia setelah menonton film penculikan dan pembunuhan tujuh jenderal TNI AD tersebut.

Panglima TNI tidak sependapat jika pemutaran film itu dianggap untuk mendiskreditkan pihak tertentu.

"Sayalah yang memerintahkan jajaran dan mengimbau kepada masyarakat, untuk memutar film tersebut," tegas dia usai berziarah di Makam Soeharto di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa, 19 September 2017.

Gatot menjelaskan, dengan adanya pemutaran film yang sejatinya dilarang tayang pada 1998 itu, ia berharap generasi muda sekarang bisa mengerti. Dengan begitu, anak-anak muda kini tidak terprovokasi dengan paham komunis.

Loading