Sukses

Jokowi Minta Langganan Jurnal Dunia Terintegrasi agar Murah Biaya

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi ingin Perpustakaan Nasional RI mengambil peran lebih dalam di dunia pendidikan Tanah Air. Salah satunya dengan memusatkan jurnal internasioanl di Perpustakaan Nasional. Dengan cara ini, biaya jurnal lebih murah karena terintegrasi.

"Kita hitung lebih efisien, murah kalau disatukan. Jangan sendiri-sendiri, sekarang semuanya kalau terintegrasi menjadi mudah," kata Jokowi saat Peresmian Gedung Baru Perpustakaan Nasional RI di Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Di lokasi yang sama, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir mengatakan, selama ini setiap perguruan tinggi berlangganan jurnal masing-masing. Dengan begini biaya menjadi sangat mahal.

"Kalau diintegrasikan akan lebih murah. Nah ini yang saya inginkan," kata Nasir.

Untuk itu, dia sudah berdiskusi dengan Kepala Perpustakaan Nasional terkait langganan jurnal internasional. Sehingga jurnal bisa dimanfaakan semua pihak di Indonesia dan biaya lebih murah.

"Biar terintegrasi ke sini semua. Biar yang langganan satu, tapi yang bisa memanfaatkan seluruh Indonesia," ucap Nasir.

2 dari 2 halaman

Gedung Perpustakan Nasional

Sebelumnya, Presiden Jokowi meresmikan gedung baru Perpustakaan Nasional RI. Gedung tersebut menjadi gedung perpustakaan tertinggi di dunia.

Gedung ini dibangun di atas lahan gedung Perpustakaan Nasional yang lama yang sebelumnya hanya tiga lantai. Setelah dua tahun lebih pembangunan, gedung perpustakaan baru kini setinggi 27 lantai.

"Jadi enggak kaget kalau Gedung Perpustakaan Nasional ini tertinggi di dunia untuk gedung perpustakaan," kata Jokowi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Jokowi bercerita, dirinya mendapat laporan gedung baru Perpustakaan Nasional RI ini akan diresmikan. Mendengar kabar itu, langsung menyatakan akan hadir dalam peresmian itu.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menilai, kehadiran gedung baru Perpustakaan Nasional RI ini merupakan persiapan menyambut masa depan. Mengingat perubahan zaman, khususnya pola membaca, sangat berbeda.

"Karena sudah digagas Presiden Soekarno 65 tahun yang lalu, baru kita kerjakan pada saat ini. Ini dikerjakan dua tahun enam bulan dan selesai dengan kondisi yang sangat baik, alhamdulillah. Meskipun saya belum masuk, saya lihat luarnya saja saya berani komentar sangat baik," ujar Kepala Negara.


Saksikan video menarik di bawah ini:

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tutup Video