Sukses

Cuti Bersama Efektif Kendalikan Macet Mudik Lebaran 2017

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyebut arus mudik 2017 berjalan lancar. Salah satu faktor yang cukup penting adalah panjangnya cuti bersama yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan, cuti bersama yang diperpanjang waktunya oleh pemerintah memang memberi kesempatan bagi pemudik untuk merencanakan mudik lebih baik. Cara itu dinilai cukup efektif mengurai kemacetan.

"Ya jadi cuti dipercepat atau diperpanjang itu untuk Lebaran tahun ini ternyata cukup bagus, cukup efektif," kata Teten di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/7/2017).

Berbagai langkah dalam mengurai kemacetan tentu terus dievaluasi. Perpanjangan masa cuti Lebaran juga bisa mendorong peningkatan ekonomi di daerah. Hal ini terlihat dari meningkatnya pengunjung di berbagai lokasi wisata daerah.

"Nanti tentu kita evaluasi. Saya kira bagi ekonomi daerah juga bagus. Kita lihat daerah-daerah wisata tiap kota di lokal, penuh, bagus. Ini menggerakkan ekonomi daerah juga," imbuh dia.

Keputusan Presiden untuk memperpanjang sehari masa cuti bersama Lebaran memang terkesan mendadak. Meski begitu, masyarakat rupanya dapat memanfaatkan itu dengan baik, sehingga bisa menentukan waktu pulang ke kampung halaman tidak pada waktu puncak arus mudik. Eksperimen itu juga berdampak positif.

"Lha itu bagus, tentunya bagus. Apalagi kalau nantikan infrastruktur, tol, itu tahun depan pasti sampai Semarang kan, ya pasti kemacetan sudah ini (tidak ada)," ucap dia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, persiapan arus mudik 2018 akan didiskusikan lebih awal, yakni Desember 2017. Koordinasi juga akan dilakukan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terutama untuk mengatur libur sekolah memasuki tahun ajaran baru. Termasuk dengan Presiden untuk mengetahui masa cuti bersama Lebaran.

"Supaya kita bisa ngatur kapan mudik bergiliran antara yang kerja, sama yang sekolah," kata Budi Karya.

Tahun ini, Budi Karya juga sangat terbantu dengan pola mudik yang terjadi. Pertama kali, anak-anak sekolah diminta untuk mudik lebih dahulu. Kemudian, para karyawan atau pekerja kantoran yang baru bisa libur setelah masa cuti bersama.

"Yang kantoran sedikit kita goda untuk maju sedikit (waktu mudiknya). Yang terakhir dapat THR terlambat atau orangnya sibuk sama sekali," tutur Budi Karya.

 

Saksikan video menarik di bawah ini: