Liputan6.com, Jakarta - Politikus Partai Demokrat, Khatibul Umam Wiranu membantah menerima uang suap kasus e-KTP, saat duduk di Komisi II DPR periode 2009-2014. Nama Umam disebut dalam sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kasus e-KTP Kamis 9 Maret 2017. Dia disebut menerima uang sebesar US$ 400 ribu.
"Saya Khatibul Umam Wiranu membantah menerima uang US$ 400 ribu dari proyek pengadaan e-KTP. Saya orang yang paling awal tidak setuju dengan proyek e-KTP dengan total nilai sebesar Rp 5,9 triliun itu. Saya tidak mau tanda tangan dokumen persetujuan Komisi II," kata Umam soal kasus e-KTP kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (13/3/2017).
Menurut dia, hal yang membuatnya tidak setuju dengan pengadaan itu adalah besaran harganya.
Advertisement
"Saya salah satu anggota Komisi II yang tidak setuju dengan besaran anggaran e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun serta anggaran tambahannya. Meskipun setuju dengan gagasan pentingnya Single Identity number (SIN) dalam bentuk e-KTP sebagai program pemerintah saat itu," sambung Umam.
Selain mengaku menolak anggaran proyek e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun, dia mengaku menjadi anggota Komisi II DPR pada akhir 2013. Pada saat itu, proyek e-KTP sudah selesai. Karena itu, dia terkejut namanya bisa disebut menerima uang proyek e-KTP.
"Lalu pada tahun 2012 itu saya dipindah tugas ke Komisi III, dan pada akhir tahun 2013 saya ditugaskan sebagai Wakil Ketua Komisi II akhir 2013, saat proyek e-KTP sudah selesai. Saya sungguh kaget dengan munculnya nama saya dalam dakwaan kasus e-KTP," ucap Umam.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5017021/original/098300300_1732248955-cek_fakta_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355619/original/023680000_1790138067-FALSE__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1431571/original/005846200_1481290880-KPK-Periksa-Khatibul-Umam-Terkait-E-KTP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)