Khatam Quran Menolak Kutukan di Maluku Tengah

Ratusan anak maupun orang tua di Desa Seit, Lehitu, Maluku Tengah, turut dalam upacara khatam Al-Quran. Mereka takut mendapat kutukan.

Diterbitkan 04 Februari 2002, 19:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 500 anak dan orang tua di Desa Seit ikuti upacara khatam Al-Quran.
  • Peserta berharap acara ini dapat mengakhiri konflik di Maluku.
  • Tradisi ini dipertahankan karena takut kutukan leluhur jika ditinggalkan.

Liputan6.com, Maluku Tengah: Sekitar 500 anak dan orang tua di Desa Seit, Lehitu, Maluku Tengah, baru-baru ini, turut dalam upacara khatam Al-Quran. Selain menjalankan tradisi, para peserta dan undangan yang hadir berharap dengan acara ini konflik di Maluku segera berakhir. Hal itu diungkapkan Ketua Adat Seit Mahmud Tala di sela-sela kegiatan tersebut di Masjid Seit. Menurut Seit, memang, berat meninggalkan tradisi ini. Sebab, selain telah dijalankan secara turun temurun, jika meninggalkan dipercaya akan beroleh kutukan dari para datuk dan leluhur mereka. Atas dasar itulah, masyarakat setempat takut meninggalkan acara yang digelar setiap Syawal ini.(AWD/Sahlan Heluth)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6