Derita Kemiskinan, Puluhan Warga Makan Nasi Basi

Kemiskinan, membuat puluhan warga di Ponorogo, Jawa Timur, menderita keterbelakangan mental dan terpaksa memakan nasi basi.

Diterbitkan 31 Mei 2010, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Warga Desa Karang Patihan, Ponorogo, hidup miskin dan sebagian menderita keterbelakangan mental.
  • Kemiskinan memaksa warga makan tiwul atau nasi basi, seperti dialami keluarga Jaiman.
  • 43 KK sangat miskin dan keterbelakangan mental, namun belum ada upaya pemerintah daerah.

Liputan6.com, Ponorogo: Kepiluan selalu dirasakan warga warga Desa Karang Patihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Warga yang hidup dibawah garis kemiskinan ini, bukan hanya miskin, sebagian dari mereka bahkan menderita keterbelakangan mental. Kemiskinan memaksa sebagian warga makan tiwul atau nasi basi yang diolah kembali untuk diamakan. Hingga Senin (31/5) mereka terpaksa makan nasi tiwul karena tidak ada lagi yang bisa dimakan. Seperti yang dialami keluarga Jaiman, selain miskin sembilan anaknya mengalami keterbelakangan mental. Dari data di kantor desa setempat, jumlah warga di desa tersebut berjumlah 5400 orang, dengan 1700 kepala keluarga. Sebanyak 43 kepala keluarga diantaranya tercatat sangat miskin dan mengalami keterbelakangan mental. Meski warga desa hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan, belum terlihat upaya pihak pemerintah daerah setempat untuk mengatasi masalah ini.(IDS/AYB)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6