Pembuat Lilin dan Hio Banjir Pesanan

Saat Imlek, pembuat lilin dan hio semakin sibuk karena pesanan membanjir. Hio atau dupa dipercaya warga keturunan Tionghoa sebagai penghubung atau pengantar agar doa mereka bisa sampai kepada Sang Pencipta.

Diterbitkan 14 Februari 2010, 06:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Tangerang: Perayaan Tahun Baru Imlek tidak lepas dari berbagai pernak pernik, mulai dari lampion, hio, lilin, dan bermacam makanan. Dalam upacara ataupun ritual keagamaan masyarakat keturunan Tionghoa. Lilin dan hio termasuk perlengkapan ibadah yang tak bisa dilepaskan.

Di Teluknaga, Tangerang, Banten, pembuat lilin dan hio semakin sibuk ketika Imlek karena pesanan membanjir. Menurut Koh Aseng, pembuat lilin dan hio, di Tangerang, baru-baru ini, cara membuat hio bisa dari bubuk gergaji dan tepung serta alusan kayu jati yang diaduk-aduk hingga merata. Setelah itu, adonan ditempel ke bambu dan dikeringkan serta disemprot pengharum cendana atau gaharu. 

Sedangkan lilin, kata Koh Aseng, dibuat dari parafin ditambah pewarna khusus yang kemudian digodok dalam satu wadah. Selanjutnya dimasukkan ke dalam cetakan dari berbagai ukuran hingga mengering.

Hio atau dupa dipercaya warga keturunan Tionghoa sebagai penghubung atau pengantar agar doa mereka bisa sampai kepada Sang Pencipta. Doa semakin didengar bila hio harum baunya. Jadi tak heran, aroma hio macam-macam. Ada yang menggunakan kayu cendana atau juga gaharu.(BOG)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6