Sukses

BNN, TNI dan Polri Laporkan Haris Azhar ke Bareskrim

Liputan6.com, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, dan Polri melaporkan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Kekerasan (Kontras) ke Bareskrim Polri.

Dikonfirmasi via telepon, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Agus Andrianto membenarkan kabar tersebut.

Agus saat ini masih berada di Medan, Sumatera Utara, dalam rangka supervisi proses hukum terkait bentrok antarwarga di Tanjungbalai.

"Secara fisik laporannya saya belum terima, tapi kelihatannya dilaporkan," kata Agus saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (3/8/2016).

Berdasarkan laporan yang diterima Agus dari penyidik, laporan tersebut dilayangkan oleh tiga institusi negara.

"Kalau enggak salah BNN, Polri, dan TNI," kata Agus.

Meski demikian pihaknya masih mendalami laporan tersebut. "Nanti kita panggil satu per satu untuk menyelidiki ini," Agus menjelaskan.

Kemarin, Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengultimatum Haris Azhar terkait unggahan tulisan berisi pengakuan terpidana mati Freddy Budiman.

"Kalau benar ya saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Haris. Jika tidak ada buktinya itu ada konsekuensi hukumnya. Ini institusi negara," tegas mantan Kabareskrim itu di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa 2 Agustus 2016.

Buwas berharap Haris mau bekerja sama dengan BNN untuk menelusuri pengakuan Freddy kepada dirinya dua tahun lalu tersebut.

"Saya berharap ada kerja sama dengan saudara Haris. Kita telusuri, kita buktikan," ujar Buwas.

Sementara Haris Azhar mengaku siap menanggung risiko terkait langkahnya yang membuka pengakuan Freddy soal bagi-bagi duit kepada aparat di bisnis narkobanya.

"Iya enggak apa. Namanya juga mendorong sesuatu pasti ada konsekuensinya. Intinya, gue harus siap," ucap Haris saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa 2 Agustus 2016.

Haris menganggap wajar terkait respons Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso atau Buwas yang mengultimatum dirinya soal bukti dari pengakuan Freddy Budiman.

"Respons kan bisa positif bisa negatif," ujar Haris.