Menelusuri Jejak Daendels di Jalur Selatan

Jalur selatan Jawa menyimpan berbagai cerita sejarah. Salah satunya terkait dengan pembangunan Jalan Raya Pos dari Anyer menuju Panarukan. Pekerja pribumi sempat dipekerjakan paksa oleh Pemerintah Hindia Belanda demi membangun ruas tersebut.

Diterbitkan 28 September 2009, 14:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jalan Anyer-Panarukan dibangun paksa oleh pribumi di bawah Gubernur Jenderal Daendels.
  • Pangeran Kusumadinata IX menentang kerja paksa pembangunan Jalan Raya Pos.
  • Jejak sejarah kolonial, seperti Monumen Bandung Kilometer Nol, masih dapat dijumpai.

Liputan6.com, Cipanas: Arus kendaraan di jalur Cipanas hingga Cianjur, Jawa Barat, Senin (28/9), tampak sepi. Ini dikarenakan masa liburan sudah usai. Tentunya, para pemudik pulang sembari mengingat kenangan yang didapat selama menyusuri ruas jalan di jalur selatan. Namun, tahukah Anda, ruas jalan dari Anyer, Banten menuju Panarukan, Jawa Timur, dibangun oleh keringat pribumi? Mereka sempat dipekerjakan paksa oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda yang menjajah Indonesia. Ketika itu, tepatnya tahun 1809, pejabat yang berwenang adalah Herman Willem Daendels. Gubernur Jenderal berkebangsaan Prancis ini membuat tembusan jalan dari Batavia menuju Kebun Raya Bogor. Lalu diperpanjang ke Pecinan, Tajur, Puncak, hingga Cirebon. Seterusnya hingga Panarukan. Jika pemudik melintasi wilayah Sumedang, tentu mengenal Jalan Cadas Pangeran. Nama jalan ini dipilih sebagai penghargaan bagi Bupati Sumedang pada waktu itu, yaitu Pangeran Kusumadinata IX. Pangeran ini memprotes kebijakan pemerintah kolonial yang memaksa mempekerjakan warga pribumi untuk membangun jalan Anyer-Panarukan atau disebut saat itu Jalan Raya Pos. Ia berani menentang Daendels [baca: Arus Balik di Jalur Selatan Mulai Padat]. Jejak maupun peninggalan masa penjajahan memang masih dapat dijumpai di berbagai wilayah di Tanah Air. Satu di antaranya Kota Bandung. Kota berjuluk Parijs van Java ini memang terkenal dengan bangunan tua khas Belanda. Tempat bersejarah yang tak boleh terlupakan adalah Monumen Bandung Kilometer Nol. Di monumen itulah pertama kali Gubernur Jenderal Daendels menancapkan tongkat sebagai tanda pembangunan Kota Kembang [baca: "Factory Outlet" Masih Jadi Daya Tarik Bandung]. Dari jejak sejarah tersebut, Anda tentunya dapat lebih menghargai segala upaya perjuangan bangsa ini di masanya. Dan semoga pada perjalanan mudik tahun depan, perasaan bangga dan respek itu dapat dipertahankan. Simak jejak sejarah ruas jalur selatan dalam video berita ini.(OMI/ANS)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6