Kenapa Proyek Kereta Cepat Harus Ditunda?

Seharusnya pembangunan infrastruktur laut diutamakan untuk menunjang ekonomi masyarakat di pulau-pulau terluar.

Diterbitkan 02 Februari 2016, 15:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengimbau pemerintah untuk menunda pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Selain karena belum adanya izin dari Kementerian Perhubungan, proyek tersebut juga banyak penolakan dari berbagai pihak, karena transportasi Jakarta-Bandung bisa dilalui menggunakan jalan tol.

"Kalau belum mantap, kalau belum serius, tahan dulu pembangunannya. Kalau mau membangun infrastruktur boleh, tapi saya harap jangan yang kontroversial, " kata Fahri Hamzah di sela-sela diskusi 'Stop Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Fahri mengingatkan, salah satu visi Jokowi adalah membangun poros maritim di Indonesia. Seharusnya pembangunan infrastruktur laut diutamakan untuk menunjang ekonomi masyarakat di pulau-pulau terluar.

Baca Juga

  • Usul Fadli Zon ke Jokowi Terkait Pembangunan Kereta Cepat
  • Menteri Rini Buka Pintu bagi BPK Audit Proyek Kereta Cepat
  • Anggota DPR Minta Jokowi Hentikan Bangun Kereta Cepat, Ada Apa?


"Ingat Pak Jokowi itu poros kemaritimannya, terutama di Kalimantan, Sulawesi, Papua. Indonesia bagian timur itu bagus untuk dibangun poros maritimnya. Misal saja membangun tol bawah laut Jawa-Sumatera‎, orang tidak akan masalah," ujar dia.

"Indonesia timur agak terluka dengan proyek kereta cepat ini‎," sambung Fahri.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun mengaku khawatir jika proyek tersebut nantinya justru tidak menguntungkan bagi pemerintah. Ia mengambil contoh kereta Jakarta-Bandung, sejak selesai dibangun tol Jakarta-Bandung justru sepi peminat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6