Sukses

Setya Novanto Minta Maaf di Paripurna DPR

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Ketua DPR Setya Novanto hadir dalam Rapat Paripurna ke-14 masa sidang II tahun 2015-2016 dan penutupan masa sidang atau reses.

Politikus Partai Golkar yang diduga terlibat dalam kasus 'papa minta saham' itu pun diberi kesempatan menyampaikan pernyataan pengunduran dirinya di hadapan seluruh anggota dewan yang hadir.

Saat menuju podium, Setya mendapat tepuk tangan dari para anggota dewan. Namun suasana seketika hening saat Setya Novanto menyampaikan pidato. Dalam pidatonya pria yang karib disapa Setnov itu membeberkan alasannya mundur sebagai Ketua DPR.

"Selama saya emban, tugas jadi pimpinan tentu banyak dinamika yang perlu disikapi secara arif dan bijaksana," kata Setya Novanto di ruang rapat paripurna, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/12/2015).

"Sikap yang perlu kita landasi untuk menjaga harkat dan martabat DPR. Prinsip tersebut saya pegang sejak jadi Ketua DPR. Untuk itu seraya mohon maaf dan mengharapkan semoga bisa menyongsong lebih baik," imbuh dia.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan dari seluruh anggota dewan selama ia menjabat sebagai Ketua DPR. Setya Novanto mengaku akan mencoba bekerja lebih baik sebagai anggota DPR pada periode ini.

‎"Saya harap Ketua DPR yang akan datang dapat menjalin hubungan yang baik dengan lembaga lainnya," ujar dia.

Setya Novanto kemudian mengakhiri pidatonya. Ia juga berpesan agar kasus yang dialami‎nya tidak menimpa anggota DPR lain.

"Mudah-mudahan ini hanya terjadi pada saya tidak kepada anggota lainnya. Apa yang saya lakukan saya akan pertanggungjawabkan kepada seluruh anggota DPR, rakyat, dan Allah SWT," tandas Setnov‎.

Setya Novanto resmi mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR setelah terseret kasus 'Papa Minta Saham'. Mundurnya Novanto dibacakan langsung di sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Pengunduran diri tersebut disampaikan Novanto melalui surat yang dikirimkan ke MKD.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.