Sukses

Pengelola GOR Diperiksa Terkait Bocah Tersedot Pompa Kolam Renang

Liputan6.com, Jakarta - Jenazah Maulana Abdul Latif yang tewas di saluran sirkulasi airĀ Kolam Renang Gelanggang Olahraga (GOR) Grogol, Jakarta Barat divisum tim forensik RS Cipto Mangunkusumo. Polisi memeriksa intensif pengelola kolam renang.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang, Senin (27/04/2015), setelah dievakuasi dari Kolam Renang GOR di Kawasan Grogol, Jakarta Barat, jenasah Maulana Abdul Latif dikirim ke kamar jenazah RSCM. Korban yang berusia 12 tahun itu baru dievakuasi Senin pagi setelah tersedotĀ  di saluran sirkulasi air pada hari Minggu siang.

Ibu kandung korban tak menduga buah hatinya lebih dulu menghadap Sang Kuasa dalam kondisi memprihatinkan. Meski demikian ia pasrah dengan kejadian itu. Rencananya, usai divisum jenazah korban dibawa ke rumah duka di kawasan Kapuk, Cengkareng, untuk dimakamkan.

Sementara pada hari yang sama, pengelola kolam renang diperiksa di Mapolsek Metro Tanjung Duren. Pihak penjaga kolam atau life guard tidak menyangka pompa sirkulasi air kolam dapat menyedot bocah berusia 12 tahun karena menurutnya lubang itu tertutup.

Hari Minggu malam, Tim Pemadam Kebakaran membantu melakukan pencarian bocah nahas itu yang dikabarkan hilang di dasar kolam renang GOR di kawasan Grogol. Anak pasangan suami istri Mukhlasin dan Suratmi, warga Pasar Darurat Kapuk, Cengkareng itu tak kunjung ditemukan meski kolam renang sudah tutup.

Keluarga korban kecewa kepada pihak pengelola yang mengabaikan laporan teman-teman korban. Karena mereka justru meminta keluarga korban kembali pada hari Senin saat jam buka kolam renang. Sikap itulah yang mendorong keluarga untuk melaporkan kasus ini ke polisi. (Nda/Yus)

Loading