Kapolri: Belum Ada Potensi Ancaman Jelang Pelantikan Jokowi-JK

Namun demikian, Polri dan TNI tetap melakukan upaya deteksi dini untuk mencegah terjadinya gangguan saat pelantikan Jokowi-JK.

Diterbitkan 17 Oktober 2014, 19:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Sutarman memastikan, belum ada potensi ancaman yang dapat mengganggu jalannya sumpah jabatan dan pelantikan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin 20 Oktober 2014. Namun, Polri dan TNI tetap melakukan upaya deteksi dini untuk mencegah terjadinya gangguan.

"(Potensi ancaman) Belum ada. Tapi, kita  terus melakukan deteksi dini kemungkinan ancaman apapun. Sudah dipetakan, tinggal nanti mengambil langkah taktis maupun teknis," ucap Sutarman saat mengecek pasukannya di Monas, Jakarta, Jumat (17/10/2014).

Sutarman menyatakan, situasi Jakarta menjelang pelantikan Jokowi masih taraf kondusif dan aman. Polri bersama Panglima TNI, Kepala BIN kemarin juga sudah bertemu Pimpinan MPR membahas kesiapan pelantikan.

"Bahwa di dalam tidak ada persoalan terkait pengamanan. Semoga tetap aman dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sesuai profesinya," ujar Kapolri.

Sutarman menambahkan, 24.815 personel gabungan dari TNI dan Polri sudah berada di Monas. "Ini sudah maksimal personel kita 12 Polda sudah ditarik dan semua sudah di Monas. Kita dalam posisi siap," ungkapnya.

Sementara, pengamanan tamu dari negara sahabat dengan standar internasional VVIP, sudah dipersiapkan baik dari personel Polri, TNI, dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

"Di samping aktivitas keseluruhan kita mengamankan dari seluruh kegiatan ini (pengucapan sumpah janji), juga pengamanan VVIP juga sudah terkoordinasikan," tandas Kapolri Sutarman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6