Sukses

Gereja di Sulteng Dibakar Orang Tak Dikenal

Liputan6.com, Sigi - Rumah Ibadah Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Theodora di Desa Ngatabaru, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dibakar orang tak dikenal (OTK) sekitar pukul 01.30 WITA dini hari tadi. Beruntung tak ada korban jiwa, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 200 juta.

Berdasar keterangan yang dihimpun di lokasi, gereja itu dibangun swadaya oleh jemaat. Diduga, latar belakang pembakaran karena gereja itu dibangun di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, bukan di atas wilayah Desa Ngatabaru.

Pendeta KGPM Theodora Matius Mendai mengaku, sebelum terjadi pembakaran dia didatangi beberapa warga Kelurahan Petobo. Mereka bertanya kepada Matius soal kegiatan yang akan dilaksanakan di gereja tersebut. Matius pun menjawab akan ada peresmian oleh jemaat.

Setelah mendegar jawaban itu, tambah Matius, orang-orang yang mendatanginya itu kemudian bertanya lagi, mengapa ada nama gereja. Lalu dijelaskan harus mempunyai nama, karena jika tidak mempunyai nama legalitas gereja dan jemaatnya bisa dipertanyakan.

Mendengar itu, sejumlah orang itu kemudian meminta agar kegiatan tersebut ditunda dulu sebelum permasalahan tapal batas antara dua wilayah itu diselesaikan. Karena, wilayah gereja yang akan ditempati kegiatan berada di dalam wilayah Kelurahan Petobo.

Atas permintaan itu, Matius menyatakan tidak bisa menunda karena undangan sudah disebar dan hari ini jemaat gereja tersebut akan diresmikan oleh Bupati dan perwakilan dari Kementerian Agama.

"Sementara asyik berbicara itulah, tiba-tiba ada anak dari arah gereja mengatakan ada asap di gereja. Saya kaget dan langsung ke gereja untuk mengamankan beberapa barang yang bisa diselamatkan," terang Matius di lokasi, Minggu (2/3/2014).

Namun Matius tidak bisa menduga siapa pelaku pembakaran gereja tersebut. Yang pasti dari beberapa warga itu ada yang dikenalinya. "Kami tidak bisa menduga-duga. Semuanya kita serahkan kepada polisi untuk mengetahui motif dan pelakunya," tandas Matius.

Sementara, Kapolres Sigi AKBP Nur Hudayah saat dihubungi Liputan6.com dari Palu membenarkan pembakaran gereja itu. Dia mengatakan belum bisa memastikan apa motif dan pelaku dari aksi pembakaran itu, karena pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan.

"Ya kejadiannya Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WITA. Dan atas kejadian itu kami sudah lakukan olah TKP dan memasang garis polisi serta pengamanan ketat oleh beberapa personel di TKP. Untuk memastikan apa motif dan pelakunya masih kita kembangkan," ujar Nur Hudayah.