Liputan6.com, Jakarta: "Film ini merupakan pembuktiaan bahwa Islam adalah agama yang damai, antikekerasan, dan menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan beragama serta saling menghormati," ujar Nurman Hakim menanggapi film terbaru garapannya, 3 Doa 3 Cinta, dalam konferensi pers di Jakarta, belum lama ini.
Nurman mengungkapkan, film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Dian Sastro tersebut mengisahkan potret kehidupan tiga santri yang menjadi tokoh utama dalam cerita. Nurman yang pernah tinggal di sebuah pondok pesantren di Demak menyatakan, secara pribadi, dirinya berkewajiban meluruskan anggapan miring tentang pondok pesantren. Kabar yang tersebar selama ini menyebutkan, para santri kerap bersikap radikal.
Film yang awalnya berjudul Pesantren ini diubah menjadi 3 Doa 3 Cinta agar lebih akrab di telinga masyarakat. "Tapi untuk diputar di internasional judulnya akan tetap sama yakni Pesantren karena itu adalah judul asli film ini ketika naskahnya dikompetisikan," ujar Nurman.
Film berbiaya Rp 3 miliar yang diproduseri Nan T. Achnas, Adiyanto Sumarjono, dan Nurman Hakim berada di bawah Rumah Produksi Investasi Film Indonesia (IFI). Beberapa nama yang akrab di bidang film seperti Sastha Sunu sebagai Editor dan Djaduk Ferianto sebagai penata musik pun turut menyemarakkan film yang akan diluncurkan pada 18 Desember mendatang.
Film 3 Doa 3 Cinta pertama kali diputar di Pusan Internasional Film Festival 2008 di Korea Selatan, pada Oktober lalu. Pada 9-18 Desember, film ini dijadikan "Official Selection Competition" Dubai Internasional Film Festival. Film ini juga meraih tujuh nominasi dalam Festival Film Indonesia di Bandung, belum lama ini.(OMI/ANTARA)
Nurman mengungkapkan, film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Dian Sastro tersebut mengisahkan potret kehidupan tiga santri yang menjadi tokoh utama dalam cerita. Nurman yang pernah tinggal di sebuah pondok pesantren di Demak menyatakan, secara pribadi, dirinya berkewajiban meluruskan anggapan miring tentang pondok pesantren. Kabar yang tersebar selama ini menyebutkan, para santri kerap bersikap radikal.
Film yang awalnya berjudul Pesantren ini diubah menjadi 3 Doa 3 Cinta agar lebih akrab di telinga masyarakat. "Tapi untuk diputar di internasional judulnya akan tetap sama yakni Pesantren karena itu adalah judul asli film ini ketika naskahnya dikompetisikan," ujar Nurman.
Film berbiaya Rp 3 miliar yang diproduseri Nan T. Achnas, Adiyanto Sumarjono, dan Nurman Hakim berada di bawah Rumah Produksi Investasi Film Indonesia (IFI). Beberapa nama yang akrab di bidang film seperti Sastha Sunu sebagai Editor dan Djaduk Ferianto sebagai penata musik pun turut menyemarakkan film yang akan diluncurkan pada 18 Desember mendatang.
Film 3 Doa 3 Cinta pertama kali diputar di Pusan Internasional Film Festival 2008 di Korea Selatan, pada Oktober lalu. Pada 9-18 Desember, film ini dijadikan "Official Selection Competition" Dubai Internasional Film Festival. Film ini juga meraih tujuh nominasi dalam Festival Film Indonesia di Bandung, belum lama ini.(OMI/ANTARA)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334781/original/015019500_1787897918-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-28T131649.453.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316841/original/059462500_1785991327-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-06T113319.126.jpg)