Pemakaman Soeharto, Peristiwa Besar di Tanah Air

Pemakaman mantan Presiden Soeharto merupakan suatu peristiwa besar di Tanah Air. Maklum, peristiwa ini dilakukan dalam sebuah upacara kenegaraan yang dipimpin Presiden Yudhoyono.

Diterbitkan 29 Januari 2008, 06:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta: Pemakaman mantan Presiden Soeharto adalah suatu peristiwa besar di Tanah Air. Maklum, peristiwa ini ditandai upacara kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagaimana dikatakan Presiden bahwa negara akan menjadi "panitia" untuk pemakaman Pak Harto.

Berdasarkan pantauan reporter SCTV Bayu Sutiyono, Senin (28/1), suasana haru semakin meruak ketika jenazah bekas penguasa rezim Orde Baru itu dimasukkan ke peti. Dikelilingi oleh putra putri Pak Harto, penutupan peti jenazah disaksikan sejumlah warga Cendana dari luar rumah duka. Tak pelak, warga menangis saat melihat Pak Harto untuk kali terakhir.

Acara dilanjutkan dengan upacara brobosan, di mana satu per satu anak Pak Harto mengolongi peti jenazah. Ini dilakukan agar pihak keluarga bisa berlapang dada atas wafatnya Soeharto. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemecahan piring dan kendi. Ritual ini dilakoni anak tertua Pak Harto, Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut.

Ritual sudah kelar. Jenazah dibawa melalui sejumlah ruas jalan protokol. Ribuan warga berderet sejak pagi di sepanjang Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat, hingga Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah. Mereka melambai ke arah rombongan pembawa jenazah. Ya, terlepas dari persoalan hukumnya, Pak Harto tetap menjadi figur yang besar di mata masyarakat.

Rombongan pembawa jenazah tiba di kompleks Astana Giribangun sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, ribuan pelayat sudah menunggu kedatangan jenazah. Tangis pecah dari awal hingga akhir prosesi pemakaman. Ribuan pelayat dari pejabat tinggi negara maupun mancanegara memenuhi ruangan Astana Giribangun meski suasana sangat panas.(REN/Bayu Sutiyono)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6