Riyah Dimakamkan

Jenazah Riyah, pasien flu burung yang meninggal Kamis malam dimakamkan di Pemakaman Umum Tanjung, Tangerang, Banten. Kondisi suami dan anak Riyah yang juga diduga terjangkit virus flu burung masih stabil.

Diterbitkan 12 Januari 2007, 14:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Tangerang: Jenazah Riyah yang terjangkit virus flu burung dimakamkan di Pemakaman Umum Tanjung, Tangerang, Banten, dalam keadaan terbungkus peti sesuai prosedur pemakaman penderita positif flu burung, Jumat (12/1) pagi. Warga Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong, Tangerang, ini dimakamkan setelah mengembuskan napasnya terakhirnya di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur, Kamis malam. Dengan begitu, sudah dua orang yang meninggal akibat flu burung awal tahun ini. Sebelumnya adalah Randi, warga Kalideres, Jakarta Barat [baca: Lagi, Pasien Positif Flu Burung Meninggal].

Riyah dirujuk ke RS Persahabatan pada Senin silam, setelah dua hari dirawat di Rumah Sakit Umum Tangerang. Sebelumnya ibu dua anak itu mengeluh sesak napas dan menderita demam tinggi usai membersihkan ayam yang dipotong suaminya. Pada hari sebelum Riyah sakit, beberapa ekor ayam milik sang kakek memang mati mendadak dengan jengger membiru. Beberapa di antaranya langsung dikubur, sisanya dibuang ke tempat sampah.

Sementara suami dan anak Riyah hingga kini masih dirawat di RS Persahabatan. Sejauh ini kondisi fisik Usup dan Arif mereka dikabarkan masih stabil. Sedangkan kondisi dua pasien lainnya yang juga dirawat di rumah sakit yang sama hingga kini dikabarkan memburuk. Hasil rontgen warga Mampang, Jakarta Selatan, dan Tangerang ini menunjukkan semakin banyak kelainan yang terdapat pada oragan paru-paru mereka. Selain itu jumlah sel darah putih keduanya berada di bawah angka 5.000, jauh dari angka normal sekitar 9.000. Kendati begitu, sampel darah keempat pasien telah diambil. Tapi untuk memperoleh hasil hasil akhir masih perlu menunggu setidaknya tiga hari lagi.

Di Bandung, Jawa Barat, tiga dari empat pasien dugaan flu burung di RS Hasan Sadikin, mulai membaik. Namun karena mempunyai riwayat kontak dengan unggas yang mati mendadak, Dedah, Rian, 14 tahun, serta Astri, 8 bulan, tetap dirawat dengan prosedur perawatan pasien flu burung. Apalagi unggas di lingkungan rumah ibu dan anak ini di Cicalengka, ternyata positif flu burung. Tadi pagi, Juana, 53 tahun, masuk RS Hasan Sadikin setelah dirujuk dari RSUD Purwakarta.

Sementara itu, kondisi Puji Astiana dan Silvi Agustin, dua pasien dugaan flu burung di RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung, Lampung, hingga kini belum juga membaik. Suhu tubuh masih tinggi antara 39 hingga 40 derajat Celcius. Mereka juga masih sesak napas akut serta terus-menerus batuk [baca: Balita Lampung Diduga Terjangkit Flu Burung].(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6