Pencarian Pesawat Adam Air Lebih Intensif

Sebanyak empat regu diterjunkan mencari pesawat Adam Air di Pegunungan Limboro, Majene, Sulawesi Barat. Pencarian juga dilakukan di perbatasan Sulsel dan Sulbar, khususnya di wilayah Tana Toraja.

Diterbitkan 09 Januari 2007, 14:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Majene: Tim tyle="font-style: italic;">Search and Rescue (SAR), Selasa (9/1), menerjunkan empat regu menyisiri Pegunungan Limboro, Majene, Sulawesi Barat, untuk mencari pesawat Adam Air yang hilang. Diduga kuat, pesawat jatuh di Limboro setelah Tim SAR mendapat laporan sejumlah saksi dari Kota Sumarorong, Tapalang, dan Matangnga.

Pencarian pesawat Adam Air juga dilakukan di perbatasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, khususnya di wilayah Tana Toraja. Sementara pencarian melalui udara dibantu pesawat Nomad milik TNI Angkatan Laut. Sedangkan di darat, Tim SAR menyisir Kecamatan Rindingallo, Baruppu, dan wilayah Kabupaten Luwu.

Pencarian pesawat Adam Air nomor penerbangan KI-574 juga difokuskan di Perairan Mamuju, sekitar 15 kilometer dari lepas pantai Kota Mamuju. Empat kapal milik TNI AL, antara lain Kapal RI (KRI) Leuser dan KRI Fatahilah melakukan pencarian. Pencarian juga melibatkan kapal AL Amerika Serikat USNS Marry Sears yang mempunyai kemampuan mendeteksi benda-benda pada kedalaman 500 hingga 1.800 meter. AS juga turut membantu pencarian melalui udara lantaran tiga warganya yang juga menumpang Adam Air yang sampai kini masih belum ditemukan [baca: Pencarian Pesawat Adam Air di Perairan Mamuju].

Sementara itu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan menurunkan kapal riset Baruna Jaya IV untuk membantu pencarian pesawat Adam Air. Penurunan kapal ini terkesan terlambat karena BPPT memerlukan izin dari berbagai pihak dan menunggu hingga perairan yang akan dilalui aman dari cuaca dan gelombang tinggi.

Kapal riset Baruna Jaya VI dilengkapi sejumlah peralatan modern seperti sonar berwarna yang mampu melacak ke segala arah dengan kedalaman 2.000 meter di bawah permukaan laut. Operasi pencarian ini dilakukan oleh 25 ilmuwan dan teknisi dengan 16 awak kapal.

Baharudin, nelayan di wilayah Mamuju, Sulbar, bersaksi pernah melihat pesawat terbang rendah dan oleng di kawasan Perairan Mamuju. Tidak berapa lama pesawat hilang karena tertutup awan gelap disusul suara gemuruh dan ledakan. Kesaksian ini dipresentasikan oleh Komandan KRI Fatahillah yang menangkap ada semacam logam di kedalaman 400 meter di bawah permukaan laut. Karena keterbatasan alat, KRI Fatahilah tak mampu menangkap bentuk logam itu [baca: Nelayan Melihat Adam Air Melintasi Perairan Mamuju].

Ketidakjelasan nasib pesawat Adam Air dan ratusan korban Kapal Motor Senopati Nusantara II yang tenggelam menggugah keprihatinan warga di sejumlah daerah. Komunitas Umat Islam di Majene, Sulbar, menggelar zikir dan doa bersama di masjid-masjid. Mereka berharap tim pencari jejak segera menemukan pesawat Adam Air yang lenyap tak berbekas. Mereka juga mendoakan agar para petugas SAR dan masyarakat yang dikerahkan untuk mencari jejak pesawat diberikan kekuatan dan petunjuk oleh Allah hingga pencarian dapat segera membuahkan hasil.

Zikir dan doa bersama juga digelar ratusan warga Balikpapan, Kalimantan TImur. Orang dewasa dan anak-anak ikut ambil bagian dalam acara ini. Dalam doa mereka memohon kepada Tuhan agar pesawat Adam Air yang hilang bisa segera ditemukan. Begitu juga dengan sekitar 400 penumpang Kapal Senopati Nusantara II yang sampai sekarang belum jelas rimbanya. Sekitar 100 anak Taman Kanak-Kanak di Solo, Jawa Tengah, juga melakukan doa bersama untuk korban musibah di Tanah Air, terutama pesawat Adam Air yang hilang dan KM Senopati Nusantara II yang karam.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6