Musibah Baturaden Tanggung Jawab Gubernur Jateng

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan, musibah di Baturaden adalah tanggung jawab Gubernur Jateng dan Bupati Purwokerto. Jembatan gantung di Kebun Raya Bogor diperbaiki.

Diterbitkan 27 Oktober 2006, 05:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Purwokerto harus bertanggung jawab atas musibah di Baturaden, Purwokerto. Mereka seharusnya lebih concern mengelola obyek wisata yang biasa ramai dikunjungi wisatawan. Demikian dikatakan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik di Jakarta, Kamis (26/10).

Jero Wacik meminta, pemimpin daerah menjaga dan meningkatkan keamanan lokasi wisata, terlebih di hari libur seperti Lebaran. Sebab, besar dugaan, musibah berdarah di Baturaden terjadi lantaran jembatan kelebihan bobot sehingga tali penyangga tak kuat menahan beban [baca: Jembatan Baturaden Roboh karena Kelebihan Bobot].

Musibah di Baturaden menjadi pelajaran bagi pengelola Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Mereka, kemarin, memeriksa kondisi jembatan gantung di kawasan wisata itu. Bahkan mereka sempat menutup jembatan selama satu jam karena karena kondisinya memang mengkhawatirkan.

Petugas menemukan beberapa baut jembatan berusia lebih dari delapan tahun itu copot. Beberapa ruas jembatan juga keropos. Kepala Bagian Tata Usaha Kebun Raya Bogor, Amas mengatakan, jembatan dibuka kembali setelah diperbaiki.

Seperti biasa, pengunjung Kebun Raya Bogor pasti membludak saat Lebaran. Catatan petugas di sana, sejak Lebaran, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 16 ribu orang. Sementara jembatan gantung adalah salah satu objek wisata yang paling diminati pengunjung.

Pengelola Kebun Raya Bogor telah berulang kali mengimbau pengunjung agar berhati-hati dan tidak bergerombol lebih dari 15 orang saat melintasi jembatan. Sayang, imbauan petugas tidak digubris dan pengunjung tetap saja melintasi jembatan beramai-ramai.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6