Tengku Johan Terbunuh, Belasan Saksi Diperiksa

Sebanyak 12 saksi diperiksa Polda Aceh dalam kasus penembakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Aceh Tengku Johan. Polisi belum menemukan pelaku

Diterbitkan 13 Mei 2001, 07:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Direktur Eksekutif Cakramandala Institute dan Alumnus Program Studi Keamanan Internasional - Turkish National Police Academy.
Jadi intinya...
  • Polisi Aceh memeriksa 12 saksi kasus penembakan Ketua Golkar Aceh Tengku Johan.
  • Pelaku belum ditemukan; keterangan saksi tidak seragam mengenai kendaraan pelaku.
  • Tengku Johan ditembak tiga orang tak dikenal usai salat Magrib dan meninggal dunia.

Liputan6.com, Banda Aceh: Kepolisian Daerah Aceh memeriksa 12 saksi dalam kasus penembakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Aceh Tengku Johan, Kamis kemarin. Para saksi adalah warga sekitar Jalan Profesor A. Majid Ibrahim, tempat kejadian berlangsung dan orang yang berada di lokasi itu. Sejauh ini, polisi belum menemukan pelaku penembakan tersebut. Demikian diungkapkan Kepala Polda Aceh Brigadir Jenderal Polisi Chaerul Rasyid, di Markas Kepolisian Resor Kota Banda Aceh, Jumat (11/5). Menurut Rasyid, keterangan saksi masih belum seragam. Sebagian saksi mengatakan pelaku mengendarai sepeda motor. Sedangkan sebagian lagi menyebutkan melihat sebuah mobil warna coklat berhenti sesaat dan melepaskan tembakan. Karena itu, lanjut dia, polisi masih mendalami semua keterangan saksi. Rasyid juga berjanji akan bekerja ekstra keras untuk mengungkap kasus tersebut. Menanggapi keterkaitan antara pembunuhan Rektor Institut Agama Islam Negeri Arraniry Profesor Sofyan Idris September silam dan kasus ini, Rasyid menegaskan, polisi belum menemukan adanya keterkaitan kedua kasus tadi. Sebab, sampai sekarang kasus pembunuhan Sofyan belum juga terungkap . Kamis pekan ini, Johan, bekas Wakil Gubernur Aceh itu ditembak tiga orang tak dikenal, seusai menunaikan salat Magrib berjemaah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Saat itu juga bekas anggota TNI berpangkat Mayor Jenderal itu rubuh dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Zaenal Abidin, Banda Aceh. Sayang, nyawa bekas Ketua DPRD Aceh itu tak tertolong.(AWD/Muktarudin Yakub)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6