Demo Sengketa Tanah Taman Safari Kembali Ricuh

Ratusan pengunjuk rasa dari Cibeureum, Cisarua, Bogor, Jabar, saling dorong dengan polisi di Kantor Bupati Bogor. Warga menuntut pengelola Taman Safari mengembalikan tanah milik Haji Jejen Teteng.

Diterbitkan 02 September 2005, 00:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Bogor: Unjuk rasa terkait sengketa tanah seluas 200 hektare di gerbang Taman Safari Indonesia (TSI), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/9), kembali ricuh. Ratusan warga Cibeureum, Cisarua, Bogor, saling dorong dengan polisi dan satuan polisi pamong praja.

Insiden terjadi saat warga berupaya mendekati Kantor Bupati Bogor. Namun, mereka dihadang barisan polisi dan pamong praja. Saat kedua pihak saling dorong, sebagian warga kembali berupaya memasuki kompleks kantor bupati dari beberapa pintu di sekitar kantor. Polisi yang sempat terkecoh segera menghalau ratusan warga agar menjauhi lokasi.

Aksi berakhir setelah perwakilan warga diterima Wakil Bupati Bogor Albert Pribadi. Ratusan warga Cibeureum ini menuntut pengelola TSI mengembalikan tanah seluas 200 hektare yang diklaim milik Haji Jejen Teteng [baca: Aksi Warga di Taman Safari Indonesia Ricuh ].(DNP/Budi Santoso)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6