Sukses

Artika Sari Devi Menangis

Liputan6.com, Jakarta: Artika Sari Devi sangat menyadari bahwa keikutsertaannya dalam Miss Universe 2005 di Bangkok, Thailand, bulan silam, mengundang banyak sorotan. Termasuk tanggapan negatif dari masyarakat di Tanah Air. Namun ia tetap harus mengikuti ajang tersebut karena dirinya sangat ingin memberikan yang terbaik bagi negara. &quotDalam kemauan saya itu, saya sadar akan ada hambatan,&quot tutur Artika seusai syukuran atas keberhasilan masuk 15 besar atau semifinal Miss Universe 2005.

Syukuran digelar oleh Yayasan Putri Indonesia di sebuah hotel di Jakarta, Ahad (12/6). Hadir dalam acara ini sekitar 500 undangan dari berbagai kalangan, termasuk pengusaha dan wartawan dari berbagai media massa. Dalam acara tanya jawab dengan jurnalis, Artika sempat meneteskan air mata ketika harus menjawab mengenai banyaknya kritikan dari Tanah Air. Terutama soal penggunaan pakaian renang di area terbuka.

Menurut Artika, sesi tersebut sebagai salah satu syarat yang wajib diikuti seluruh peserta. Ia menilai, tahapan itu wajib diikuti karena juri harus bisa menilai atau mengetahui kemampuan fisik calon Ratu Sejagat. Sebab, dalam setahun Miss Universe terpilih akan mempunyai kegiatan sangat padat dengan mengunjungi sejumlah negara di dunia. &quotHal tersebut [tugas] tidak mungkin terjalani jika tidak mempunyai fisik yang baik,&quot jelas Artika, tersedu [baca: Artika Ingin Memperkenalkan Indonesia].

Gadis kelahiran Bangka Belitung, 29 September 1979, itu juga sempat mengomentari foto telanjang yang beredar di situs internet belakangan ini. Foto tersebut bergambar dirinya sedang berganti pakaian di kegiatan Miss Universe 2005. Meski foto itu bukanlah dirinya, menurut Artika, jelas keberadaannya sangat mengganggu. &quotCukup membuat saya menjadi terganggu. Tapi itu justru menjadi cambuk buat saya,&quot tambah gadis berparas ayu ini.

Artika menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, baik yang mendukung maupun yang menentang keikutsertaannya dalam Miss Universe 2005. Pemilihan Ratu Sejagat 2005 di Bangkok, diikuti 87 peserta dari berbagai negara. Artika menjadi satu-satunya wakil Asia yang berhasil menembus 15 besar atau semifinal.

Kontroversi pengiriman Putri Indonesia 2004 pada ajang Miss Universe kian merebak sesaat setelah pose-pose calon ratu kecantikan sedunia muncul di media massa dengan menggunakan baju renang. Para wanita cantik, termasuk Artika berpose di Pantai Maya di kawasan Teluk Phuket yang beberapa waktu silam diterjang Tsunami.

Sejumlah organisasi masyarakat Islam pun memprotes dengan turun ke jalan. Front Pembela Islam berunjuk rasa di depan Kantor Yayasan Putri Indonesia. Mereka meminta Artika ditarik dari ajang tersebut. Alasannya kontes itu tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam yang melarang wanita memperlihatkan aurat atau bagian-bagian tubuh tertentu. Ajang itu juga dinilai bertentangan dengan budaya Indonesia [baca: Pro-Kontra Ratu Sejagat yang Tak Berujung].

Pro-kontra Putri Indonesia di ajang Miss Universe memang akan terus bergulir. Seiring waktu berjalan, kontroversi itu sekarang memang mereda. Namun tak ada yang bisa menjamin, tidak akan muncul lagi pertentangan pendapat saat ajang serupa kembali digelar tahun depan. Kontroversi bisa jadi akan mencuat lagi.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)