Resep Donat Tanpa Kentang Takaran Sendok, Empuk dan Mengembang Tanpa Timbangan

Resep donat tanpa kentang takaran sendok yang mudah dibuat di rumah. Simak bahan, cara membuat donat empuk, tips agar tidak bantat, dan cara menggorengnya.

Liputan6.com, Jakarta - Membuat donat sendiri di rumah tidak harus menggunakan bahan yang mahal atau peralatan lengkap. Bahkan, tanpa kentang dan timbangan digital, kamu tetap bisa membuat donat yang empuk, mengembang, dan cocok dinikmati bersama keluarga.

Resep donat tanpa kentang takaran sendok bisa menjadi pilihan bagi pemula yang ingin mencoba membuat camilan rumahan dengan bahan sederhana. Kamu hanya perlu menyiapkan tepung terigu, gula, ragi instan, telur, margarin, dan beberapa bahan lainnya yang mudah ditemukan di warung atau toko bahan kue.

Meski terlihat sederhana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar donat tidak keras atau bantat setelah digoreng. Mulai dari cara mencampur bahan, proses menguleni adonan, hingga mengatur suhu minyak, semuanya berpengaruh terhadap hasil akhir donat.

Bahan Resep Donat Tanpa Kentang Takaran Sendok

Sebelum mulai membuat adonan, siapkan bahan-bahan berikut. Resep ini menghasilkan sekitar 8–10 donat berukuran sedang, tergantung besar kecilnya adonan yang dibentuk.

Bahan Takaran
Tepung terigu protein tinggi 20 sendok makan rata
Gula pasir 2 sendok makan
Ragi instan 1 sendok teh
Susu bubuk 2 sendok makan (opsional)
Kuning telur 1 butir
Air hangat 8–10 sendok makan
Margarin 2 sendok makan
Garam ¼ sendok teh
Minyak goreng Secukupnya

Catatan: Gunakan sendok makan dengan ukuran yang sama untuk semua bahan. Tuangkan air secara bertahap karena daya serap tepung bisa berbeda. Takaran air dapat disesuaikan hingga adonan terasa lembut dan mudah diuleni.

Susu bubuk dapat ditambahkan untuk memberikan rasa yang lebih gurih. Namun, jika tidak tersedia, bahan ini bisa dilewatkan tanpa harus mengganti dengan bahan lain.

 

Cara Membuat Donat Tanpa Kentang yang Empuk

1. Aktifkan ragi instan terlebih dahulu

Campurkan ragi instan dengan sedikit gula dan 2–3 sendok makan air hangat yang diambil dari takaran resep. Aduk sebentar, lalu diamkan selama 5–10 menit.

Jika muncul busa, ragi kemungkinan masih aktif dan siap digunakan. Sebaliknya, jika tidak ada perubahan sama sekali, periksa tanggal kedaluwarsa ragi atau gunakan ragi baru.

Pastikan air hanya hangat, bukan panas. Suhu air yang terlalu tinggi dapat merusak ragi dan membuat adonan sulit mengembang.

2. Campurkan semua bahan kering

Masukkan tepung terigu, sisa gula pasir, dan susu bubuk ke dalam wadah. Tambahkan kuning telur dan campuran ragi yang sudah aktif.

Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil mengaduk adonan. Jangan langsung memasukkan seluruh air karena daya serap setiap tepung bisa berbeda. Aduk hingga bahan tercampur dan membentuk adonan yang mulai menyatu.

3. Uleni adonan sampai elastis

Tambahkan margarin dan garam setelah adonan mulai terbentuk. Uleni selama kurang lebih 10–15 menit dengan tangan, atau sampai adonan terasa lebih halus dan elastis.

Pada tahap ini, adonan mungkin masih sedikit lengket. Hindari menambahkan terlalu banyak tepung hanya agar adonan mudah dipegang karena hasil donat bisa menjadi keras.

Jika adonan terasa sangat lengket, istirahatkan beberapa menit sebelum melanjutkan menguleni. Cara ini dapat membantu tepung menyerap cairan dengan lebih baik.

4. Diamkan adonan sampai mengembang

Bulatkan adonan, letakkan di dalam wadah, kemudian tutup menggunakan kain bersih atau penutup wadah. Diamkan sekitar 45–60 menit atau sampai ukurannya kurang lebih dua kali lipat.

Lama fermentasi bisa berbeda tergantung suhu ruangan dan kondisi ragi. Jadi, jangan hanya berpatokan pada waktu. Jika ruangan cukup dingin, adonan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembang.

5. Bentuk donat sesuai selera

Setelah mengembang, tekan adonan secara perlahan untuk mengeluarkan sebagian gas. Bagi menjadi 8–10 bagian dengan ukuran yang relatif sama.

Bulatkan setiap bagian, lalu lubangi bagian tengahnya. Kamu juga bisa membentuk donat bulat tanpa lubang jika ingin memberikan isian cokelat atau selai setelah digoreng.

Letakkan adonan di atas permukaan yang ditaburi sedikit tepung agar tidak lengket.

6. Lakukan fermentasi kedua

Diamkan kembali donat yang sudah dibentuk selama sekitar 20–30 menit sampai terlihat lebih mengembang dan terasa ringan.

Tahap ini penting karena membantu menghasilkan tekstur donat yang lebih empuk. Namun, jangan membiarkannya terlalu lama sampai adonan terlalu mengembang dan mudah kempis ketika dipindahkan.

7. Goreng donat dengan api yang tepat

Panaskan minyak dalam jumlah cukup agar donat dapat mengapung saat digoreng. Gunakan api kecil cenderung sedang dan pastikan minyak tidak terlalu panas.

Masukkan donat secara perlahan. Goreng sampai bagian bawah berwarna kuning keemasan, kemudian balik satu kali jika memungkinkan.

Hindari terlalu sering membolak-balik donat karena dapat membuatnya menyerap lebih banyak minyak. Setelah matang, angkat dan tiriskan.

Biarkan donat agak dingin sebelum diberi topping seperti gula halus, meses, atau cokelat leleh.

Tips agar Donat Tanpa Kentang Tidak Bantat

Meskipun tidak menggunakan kentang, donat tetap bisa memiliki tekstur empuk. Kuncinya terletak pada pengolahan adonan dan proses fermentasi.

Gunakan tepung terigu protein tinggiTepung terigu protein tinggi membantu membentuk jaringan gluten yang mendukung struktur dan elastisitas adonan. Hasilnya, donat dapat mengembang dengan baik jika proses pengulenan dan fermentasi dilakukan dengan benar.

Jika hanya memiliki tepung protein sedang, kamu tetap bisa mencobanya. Namun, teksturnya mungkin sedikit berbeda.

Jangan memasukkan air sekaligus

Pada resep donat tanpa kentang takaran sendok, jumlah air menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan.

Mulailah dengan jumlah air yang lebih sedikit, lalu tambahkan sedikit demi sedikit sampai adonan lembut dan mudah diuleni. Adonan yang terlalu kering cenderung menghasilkan donat padat, sedangkan adonan yang terlalu basah akan lebih sulit dibentuk.

Pastikan ragi masih aktif

Ragi berperan membantu adonan mengembang. Jika ragi sudah tidak aktif, adonan mungkin sulit mengembang meskipun sudah didiamkan cukup lama.

Simpan ragi sesuai petunjuk pada kemasan dan tutup kembali kemasan setelah digunakan.

Hindari menggoreng dengan minyak terlalu panas

Minyak yang terlalu panas membuat permukaan donat cepat berwarna cokelat, padahal bagian dalamnya belum tentu matang.

Sebaliknya, minyak yang kurang panas juga dapat membuat donat menyerap lebih banyak minyak. Karena itu, gunakan api sedang cenderung kecil dan sesuaikan panasnya selama proses menggoreng.

Jangan terburu-buru saat fermentasi

Adonan yang belum cukup mengembang dapat menghasilkan donat yang padat dan kurang ringan. Berikan waktu bagi ragi untuk bekerja, lalu perhatikan perubahan ukuran dan tekstur adonan.

Dengan langkah yang tepat, resep donat tanpa kentang takaran sendok tetap bisa menghasilkan camilan yang empuk meskipun dibuat tanpa mixer maupun timbangan digital.

Pertanyaan Seputar Resep Donat Tanpa Kentang Takaran Sendok

1. Apakah donat tanpa kentang bisa tetap empuk?

Bisa. Donat tanpa kentang tetap dapat bertekstur empuk jika menggunakan takaran cairan yang sesuai, adonan diuleni sampai elastis, ragi masih aktif, dan fermentasi berlangsung cukup.

Kentang bukan satu-satunya bahan yang menentukan kelembutan donat.

2. Mengapa donat tanpa kentang menjadi keras setelah digoreng?

Donat bisa menjadi keras karena adonan terlalu kering, terlalu banyak tepung tambahan, pengulenan kurang tepat, fermentasi tidak cukup, atau donat digoreng terlalu lama.

Untuk menghindarinya, tambahkan air secara bertahap, perhatikan perkembangan adonan, dan gunakan panas minyak yang sesuai.

3. Apakah resep donat tanpa kentang takaran sendok bisa dibuat tanpa mixer?

Bisa. Kamu dapat menguleni adonan menggunakan tangan sampai lebih halus dan elastis. Prosesnya memang membutuhkan tenaga dan waktu lebih lama, tetapi mixer bukan alat yang wajib dimiliki untuk membuat donat rumahan.

Dengan bahan sederhana dan langkah yang tepat, kamu bisa mencoba resep donat tanpa kentang takaran sendok kapan saja tanpa harus membeli alat ukur khusus. Sesuaikan jumlah air dengan kondisi adonan, beri waktu fermentasi yang cukup, dan goreng dengan suhu minyak yang tepat agar hasilnya lebih empuk dan mengembang.