Liputan6.com, Jakarta - Gen Z tumbuh di tengah perubahan cara bekerja, perkembangan teknologi, dan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental. Mereka dihadapkan pada dorongan untuk membangun karier, mencapai kestabilan finansial, menjaga hubungan sosial, serta tetap memiliki waktu untuk diri sendiri.
Tekanan untuk mencapai kesuksesan kerap dikaitkan dengan kemampuan individu dalam mengatur waktu, meningkatkan keterampilan, dan mengambil keputusan yang tepat. Padahal, usaha pribadi tidak selalu berjalan beriringan dengan kesempatan yang tersedia.
Kondisi pasar kerja, biaya hidup, akses terhadap pendidikan, serta dukungan lingkungan turut memengaruhi kemampuan seseorang untuk membangun kehidupan yang stabil. Gen Z mulai mempertanyakan ukuran kesuksesan yang selama ini dianggap ideal.
Advertisement
Pekerjaan tetap, kepemilikan rumah, dan persiapan masa depan tidak selalu memberikan rasa aman seperti yang diharapkan. Situasi tersebut mendorong anak muda untuk memikirkan kembali hubungan antara kerja keras, penghasilan, dan kualitas hidup, melansir The Guardian, Rabu (14/10/2026).
Persoalan kesejahteraan juga tidak berhenti pada aspek finansial. Generasi muda kini memandang kesehatan secara lebih luas, mencakup kondisi mental, hubungan pertemanan, kehidupan sosial, hingga kesempatan untuk beristirahat.
Kesehatan tidak lagi sekadar berarti terbebas dari penyakit, tetapi juga kemampuan menjalani kehidupan yang terasa seimbang. Pentingnya tujuan hidup dan keinginan untuk memberikan dampak positif pada orang lain turut berkaitan dengan kesejahteraan Gen Z.
Pekerjaan yang bermakna menjadi salah satu hal yang dicari, meskipun idealisme tersebut perlu berjalan bersama kebutuhan penghasilan dan kondisi kerja yang layak.
Tak Lagi Sekadar Punya Pekerjaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373152/original/061958900_1791953371-toa-heftiba-J-SSXMwK154-unsplash.jpg)
Pekerjaan dan penghasilan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan Gen Z, tapi keduanya bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Anak muda semakin memperhatikan apakah pekerjaan memberikan ruang untuk berkembang, sesuai dengan nilai yang diyakini, serta memungkinkan mereka menjaga kehidupan di luar pekerjaan.
Tujuan hidup, kontribusi sosial, dan kesejahteraan memiliki hubungan. Keinginan untuk membantu orang lain dapat memberikan makna, tetapi pekerjaan yang terlalu menekan atau tidak memberikan penghasilan memadai juga berpotensi mengurangi kualitas hidup.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan ideal bukan hanya tentang jabatan atau prestise. Penghasilan yang cukup, lingkungan kerja yang sehat, dan kesempatan untuk menjalani kehidupan pribadi sama pentingnya ketika seseorang menilai apakah pekerjaannya mendukung kesejahteraan.
Advertisement
Ketika Self-Improvement Justru Menjadi Beban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373153/original/016034300_1791953372-vitaly-gariev-kmTJl50W69A-unsplash.jpg)
Kesadaran Gen Z terhadap kesehatan mental dan fisik turut mendorong perhatian lebih besar terhadap pengembangan diri. Menjaga pola makan, berolahraga, membangun hubungan sosial, mengelola penggunaan media sosial, hingga menyediakan waktu untuk beristirahat menjadi bagian dari upaya menjalani hidup yang lebih sehat.
Cakupan kesehatan yang semakin luas dapat membuat seseorang merasa harus terus memperbaiki banyak aspek kehidupan sekaligus. Ketika setiap kebiasaan dianggap perlu dioptimalkan, perawatan diri berisiko berubah menjadi daftar kewajiban baru yang menimbulkan tekanan.
Kesejahteraan seharusnya memberikan ruang bagi seseorang untuk menentukan prioritas sesuai kondisi dan kemampuannya. Tidak semua target harus dicapai dalam waktu bersamaan, sementara kebutuhan untuk beristirahat atau merawat keluarga tidak semestinya selalu dianggap sebagai penghambat produktivitas.
Membutuhkan Dukungan, Bukan Sekadar Tuntutan untuk Bertahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373154/original/069625300_1791953372-vitaly-gariev-CjtMyZmo2OU-unsplash.jpg)
Ketidakpastian ekonomi membuat pembicaraan mengenai kesejahteraan perlu melampaui motivasi untuk bekerja lebih keras. Perubahan kondisi ekonomi dapat mengikis keyakinan generasi muda terhadap jalur kesuksesan konvensional.
Ketika pendidikan dan pekerjaan tidak selalu menjamin kestabilan, muncul kebutuhan untuk mengevaluasi kembali sistem yang membentuk kesempatan hidup. Situasi tersebut tidak berarti usaha pribadi kehilangan arti. Mengembangkan keterampilan, mengelola keuangan, dan menjaga kesehatan tetap menjadi langkah penting.
Namun, tanggung jawab atas kesejahteraan tidak dapat dibebankan sepenuhnya pada individu tanpa mempertimbangkan akses terhadap pekerjaan layak, penghasilan memadai, serta lingkungan yang mendukung.
Gen Z membutuhkan ruang untuk membangun tujuan hidup tanpa harus mengorbankan kesehatan dan kehidupan personal. Pekerjaan yang bermakna seharusnya dapat berjalan bersama kestabilan finansial, sedangkan kebiasaan hidup sehat tidak perlu berubah menjadi tuntutan untuk selalu tampil produktif.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191453/original/000691000_1744960231-RaziaNTB1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541033/original/082609300_1774846921-jusuf_kalla_-_iran_klaim_kunjungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261147/original/005507100_1781685752-BNPB_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373151/original/096748200_1791953369-vitaly-gariev-Nj3fU5SLFzQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371254/original/090871400_1791780166-Tulisan_2__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304647/original/032140900_1784727999-IMG_2234.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368382/original/067573500_1791431497-towfiqu-barbhuiya-yIIFNiEKkYI-unsplash.jpg)