Liputan6.com, Jakarta - Bubur jagung tradisional dengan gula merah menjadi salah satu sajian rumahan yang cocok dinikmati sebagai sarapan maupun camilan sore. Perpaduan jagung manis, santan, dan gula merah menghasilkan cita rasa manis legit dengan aroma harum yang menggugah selera.
Cara membuat bubur jagung gula merah cukup praktis karena menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di pasar. Agar teksturnya lembut tetapi tetap memiliki sensasi butiran jagung, sebagian jagung bisa dihaluskan dan sebagian lainnya dibiarkan utuh. Teknik ini juga digunakan dalam beberapa variasi resep bubur jagung.
Bahan-Bahan Bubur Jagung Tradisional dengan Gula Merah
Untuk membuat sekitar 4 porsi bubur jagung, siapkan bahan-bahan berikut.
Bahan utama
- 2 buah jagung manis ukuran sedang
- 500 ml air
- 400 ml santan
- 100–125 gram gula merah, sisir halus
- 1–2 sendok makan gula pasir, sesuai selera
- 2 lembar daun pandan, ikat simpul
- 1/4 sendok teh garam
- 2 sendok makan tepung maizena atau tepung beras
- 3 sendok makan air untuk melarutkan tepung
Bahan pelengkap opsional
- Kelapa muda yang dikeruk
- Sagu mutiara yang sudah dimasak
- Sedikit santan matang untuk siraman
- Potongan nangka untuk aroma dan rasa tambahan
Advertisement
Cara Membuat Bubur Jagung Tradisional dengan Gula Merah
1. Siapkan dan olah jagung
- Kupas kulit jagung, lalu cuci hingga bersih.
- Sisir biji jagung menggunakan pisau.
- Ambil sekitar setengah bagian jagung, kemudian blender dengan sedikit air hingga halus.
- Biarkan sisa jagung dalam bentuk pipilan utuh agar bubur memiliki tekstur yang lebih menarik.
2. Rebus jagung bersama daun pandan
- Tuangkan air ke dalam panci.
- Masukkan jagung yang sudah dihaluskan dan jagung pipil utuh.
- Tambahkan daun pandan untuk memberikan aroma harum.
- Masak dengan api sedang hingga jagung mulai empuk.
- Aduk sesekali agar jagung tidak menempel di dasar panci.
3. Masukkan gula merah dan santan
- Tambahkan gula merah yang sudah disisir halus.
- Masukkan gula pasir jika ingin rasa yang lebih manis.
- Aduk sampai gula merah larut.
- Tuangkan santan secara perlahan sambil terus mengaduk.
- Tambahkan garam untuk menyeimbangkan rasa manis dan gurih.
- Masak dengan api kecil hingga seluruh bahan tercampur rata.
4. Tambahkan bahan pengental
- Larutkan tepung maizena atau tepung beras dengan tiga sendok makan air.
- Tuangkan larutan tepung sedikit demi sedikit ke dalam panci.
- Aduk perlahan agar tidak terbentuk gumpalan.
- Masak hingga bubur mengental dan jagung matang sempurna.
- Jika teksturnya terlalu kental, tambahkan sedikit air panas atau santan.
5. Koreksi rasa dan sajikan
- Cicipi bubur, lalu sesuaikan rasa manisnya.
- Pastikan teksturnya lembut dan tidak terlalu encer.
- Angkat daun pandan sebelum disajikan.
- Tuangkan bubur ke dalam mangkuk.
- Tambahkan kelapa muda, sagu mutiara, atau santan matang sesuai selera.
Bubur jagung tradisional dengan gula merah siap dinikmati selagi hangat. Sajian ini juga bisa didinginkan terlebih dahulu jika lebih menyukai bubur dengan tekstur yang lebih padat.
Tips Membuat Bubur Jagung Gula Merah agar Lembut dan Enak
Agar bubur memiliki rasa yang seimbang dan tekstur yang pas, perhatikan beberapa tips berikut.
- Pilih jagung manis yang segar. Jagung yang masih segar memberikan rasa manis alami dan aroma yang lebih harum.
- Haluskan sebagian jagung. Cara ini membantu menghasilkan bubur yang lebih lembut tanpa menghilangkan tekstur jagung pipil.
- Gunakan gula merah berkualitas. Pilih gula merah yang beraroma khas dan tidak berbau asam.
- Masukkan santan dengan api kecil. Aduk perlahan agar santan tidak pecah selama proses memasak.
- Larutkan tepung sebelum dimasukkan. Langkah ini membantu mencegah gumpalan pada bubur.
- Atur tingkat kemanisan. Tambahkan gula secara bertahap karena rasa manis gula merah bisa berbeda-beda.
- Jangan berhenti mengaduk saat bubur mulai mengental. Pengadukan membantu mencegah bagian bawah panci gosong.
- Sesuaikan kekentalan sebelum disajikan. Bubur akan semakin kental setelah didiamkan, sehingga cairan bisa ditambahkan jika diperlukan.
Advertisement
Cara Menyimpan Bubur Jagung agar Tidak Cepat Basi
Bubur jagung yang menggunakan santan perlu disimpan dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga.
- Biarkan uap panas berkurang sebelum bubur dimasukkan ke wadah penyimpanan.
- Simpan dalam wadah bersih dan tertutup rapat.
- Masukkan ke lemari es jika tidak langsung dihabiskan.
- Saat akan dikonsumsi, panaskan kembali hingga merata sambil diaduk.
- Hindari membiarkan bubur bersantan terlalu lama pada suhu ruang, terutama dalam cuaca panas.
- Jika muncul bau asam, perubahan warna yang tidak wajar, atau tanda kerusakan lainnya, jangan dikonsumsi.
Pertanyaan Seputar Resep Bubur Jagung Tradisional dengan Gula Merah
1. Apa saja bahan untuk membuat bubur jagung gula merah?
Bahan utamanya adalah jagung manis, gula merah, santan, air, daun pandan, garam, dan sedikit tepung pengental. Gula pasir bisa ditambahkan sesuai selera.
2. Bagaimana cara membuat bubur jagung agar lembut dan kental?
Haluskan sebagian jagung sebelum dimasak, lalu tambahkan larutan tepung maizena atau tepung beras. Masak sambil diaduk hingga mencapai kekentalan yang diinginkan.
3. Apakah bubur jagung bisa dibuat tanpa santan?
Bisa. Santan dapat diganti dengan air atau susu sesuai selera, tetapi rasa gurih dan karakter tradisionalnya akan berbeda.
4. Mengapa santan pada bubur jagung bisa pecah?
Santan dapat pecah jika dimasak dengan api terlalu besar atau mendidih terlalu kuat. Gunakan api kecil hingga sedang dan aduk perlahan selama proses memasak.
5. Berapa lama bubur jagung bisa disimpan?
Bubur jagung bersantan sebaiknya segera dikonsumsi atau disimpan dalam wadah tertutup di lemari es. Sebagai panduan umum, habiskan dalam 2–3 hari jika terus disimpan dingin dan tidak menunjukkan tanda kerusakan; panaskan kembali sebelum disajikan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371648/original/023919200_1791798014-Cek_fakta_-_Lesti_kejora_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371326/original/098310100_1791783590-cek_fakta_bonus_timnas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371262/original/060653500_1791780398-Your_paragraph_text__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371231/original/057982500_1791778126-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-12T110752.487.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371684/original/048469800_1791799682-Rustic_Coconut_Corn_Porridge.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367571/original/080969300_1791355953-090e2677-cef0-4e5e-a4b9-074a1a5aabe4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480203/original/031978800_1769048944-image_ad2bf8bd.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302933/original/035698800_1784613790-a2921330-a6f7-4670-bae0-3472f3dea013.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9127326/original/051526300_1783071212-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776334/original/086295200_1782875021-7432643458834754792.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483689/original/071977300_1769401105-unnamed__46_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4379827/original/054858400_1680342331-Minang_-_Bubur_Kampiun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371688/original/077023100_1791799764-6612462.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371195/original/021669200_1791774283-1.jpeg)