Resep Roti Goreng Pedas Isi Daging, Camilan Gurih dan Renyah untuk Akhir Pekan

0(0)

Roti goreng pedas, camilan renyah di luar dan lembut di dalam, menawarkan beragam isian pedas seperti ayam, kornet, atau daging, cocok untuk teman minum teh.

Diterbitkan 07 Oktober 2026, 13:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Liputan6.com, Jakarta - Roti goreng pedas bisa menjadi pilihan camilan rumahan bagi pencinta makanan gurih dengan sensasi cabai. Adonan roti yang lembut dipadukan dengan isian daging cincang berbumbu pedas, kemudian dilapisi tepung panir sebelum digoreng hingga kecokelatan. Hasilnya memiliki tekstur renyah di bagian luar dan empuk ketika digigit.

Membuat camilan ini memang membutuhkan sedikit waktu karena ada beberapa tahap yang perlu dilakukan. Isian perlu dimasak lebih dahulu hingga cukup kering, sedangkan adonan roti harus diuleni dan melalui beberapa kali proses pengistirahatan. Karena itu, resep ini lebih cocok dibuat ketika memiliki waktu luang, misalnya saat akhir pekan.

Selain daging cincang, isian juga bisa disesuaikan dengan bahan yang tersedia di rumah. Ayam suwir pedas, abon, sosis, atau campuran sayuran dapat digunakan sebagai alternatif. Berbagai resep roti goreng yang beredar juga menunjukkan bahwa tepung protein tinggi, ragi, bahan cair, serta tepung panir banyak digunakan untuk mendapatkan roti yang mengembang dan berlapis renyah. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (7/10/2026).

Resep Roti Goreng Pedas Isi Daging

Resep berikut terinspirasi dari resep roti goreng isi daging pedas yang menggunakan adonan roti berbahan tepung protein tinggi, susu bubuk, telur, ragi, margarin, dan air es. Isiannya berupa daging giling yang dimasak bersama bawang, cabai, kacang polong, saus tiram, kecap manis, dan bumbu sederhana.

Takaran ini dapat menghasilkan sekitar 15 buah roti berukuran kecil hingga sedang, tergantung pembagian adonan.

Bahan roti

  • 300 gram tepung terigu protein tinggi

  • 15 gram susu bubuk

  • 25 gram gula pasir

  • 1 sendok teh ragi instan

  • 1 butir telur

  • 1 kuning telur

  • 120 ml air es

  • 30 gram margarin

  • 1 sendok teh garam

Bahan isian daging pedas

  • ½ buah bawang bombai, cincang halus

  • 2 siung bawang putih, cincang halus

  • 2 buah cabai kering, cincang halus

  • 150 gram daging sapi giling

  • 1 buah pekak

  • 50 gram kacang polong

  • 1 sendok makan saus tiram

  • 1½ sendok makan kecap manis

  • ¼ sendok teh merica bubuk

  • ¼ sendok teh gula pasir

  • 1 batang daun bawang, iris halus

  • 100 ml air

  • 1½ sendok teh tepung sagu

  • 1½ sendok teh air untuk melarutkan tepung sagu

  • 1 sendok makan minyak goreng untuk menumis

Bahan pelapis

  • Air secukupnya untuk pencelup

  • 50 gram tepung panir kasar putih

  • Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat Roti Goreng Pedas

1. Masak isian daging hingga mengental

Langkah pertama sebaiknya dimulai dari isian. Panaskan satu sendok makan minyak, kemudian tumis bawang putih dan bawang bombai hingga harum dan sedikit layu. Aroma bawang yang sudah matang akan menjadi dasar rasa gurih pada isian.

Masukkan daging sapi giling, cabai kering cincang, pekak, dan kacang polong. Aduk sambil memecah gumpalan daging agar teksturnya lebih halus. Masak hingga daging berubah warna dan tidak lagi mentah.

Setelah itu, masukkan saus tiram, kecap manis, merica bubuk, dan gula. Tuangkan air, lalu masak sampai mendidih. Larutkan tepung sagu dengan sedikit air, kemudian tuangkan secara bertahap sambil terus diaduk.

Masak sampai kuah menyusut dan isian menjadi kental. Terakhir, tambahkan daun bawang dan aduk rata. Matikan api dan biarkan isian dingin sebelum digunakan.

Jangan memasukkan isian yang masih panas ke dalam adonan roti. Isian yang terlalu panas dapat membuat adonan menjadi lebih sulit dibentuk. Selain itu, isian yang terlalu basah berisiko keluar ketika roti digoreng.

2. Buat adonan roti

Dalam wadah besar, campurkan tepung terigu protein tinggi, susu bubuk, gula pasir, dan ragi instan. Aduk sampai seluruh bahan tercampur.

Masukkan telur dan kuning telur. Tuangkan air es sedikit demi sedikit sambil adonan mulai diuleni. Jumlah air sebaiknya tidak langsung dituangkan seluruhnya karena daya serap tepung dapat berbeda.

Uleni hingga adonan mulai menyatu. Kemudian masukkan margarin dan garam. Lanjutkan menguleni sampai adonan terasa lebih halus, elastis, dan tidak mudah robek.

Penggunaan tepung protein tinggi membantu menghasilkan struktur adonan yang cukup kuat untuk menahan isian. Sementara itu, margarin dan telur membantu memberikan rasa gurih serta tekstur yang lebih lembut.

3. Istirahatkan dan bagi adonan

Setelah adonan cukup elastis, diamkan selama kurang lebih 15 menit dalam wadah tertutup. Tahap ini memberikan kesempatan bagi adonan untuk beristirahat sehingga lebih mudah dibentuk.

Kempiskan adonan secara perlahan untuk mengeluarkan udara berlebih. Bagi menjadi beberapa bagian dengan berat sekitar 20 gram atau sesuaikan dengan ukuran roti yang diinginkan.

Bulatkan setiap bagian adonan. Tutup kembali dan diamkan sekitar 10 menit. Proses ini membuat adonan lebih rileks sehingga tidak mudah kembali menyusut ketika dipipihkan.

4. Isi dan bentuk roti

Ambil satu bulatan adonan, kemudian pipihkan bagian tengahnya. Usahakan bagian tepi tetap sedikit lebih tebal agar lebih mudah digunakan untuk menutup isian.

Letakkan isian daging yang sudah dingin secukupnya di bagian tengah. Jangan mengisinya terlalu banyak karena roti akan lebih sulit ditutup dan berisiko pecah saat digoreng.

Tarik bagian tepi adonan ke arah tengah, kemudian cubit dan rapatkan sambungannya. Bulatkan kembali dengan hati-hati.

Setelah seluruh adonan terisi, diamkan selama kurang lebih 30 menit dalam keadaan tertutup. Adonan akan kembali mengembang sebelum masuk ke tahap pelapisan.

5. Beri lapisan tepung panir

Siapkan air dalam wadah. Celupkan satu per satu roti secara singkat, kemudian segera gulingkan pada tepung panir kasar.

Pastikan seluruh permukaan roti tertutup tepung panir. Jangan menekan roti terlalu keras karena bentuknya bisa berubah atau mengempis.

Diamkan kembali roti selama sekitar 10 menit. Tahap ini membantu lapisan panir menempel lebih baik sehingga tidak terlalu banyak terlepas ketika digoreng.

Pada beberapa resep roti goreng lainnya, telur kocok juga digunakan sebagai bahan pencelup sebelum tepung panir. Metode tersebut dapat memberikan lapisan yang lebih tebal, sedangkan pencelupan menggunakan air memberikan cara yang lebih sederhana. 

6. Goreng sampai kecokelatan

Panaskan minyak dalam jumlah cukup menggunakan api sedang. Pastikan minyak sudah panas sebelum roti dimasukkan.

Goreng beberapa buah roti sekaligus, tetapi jangan memenuhi wajan. Berikan ruang agar suhu minyak tidak turun terlalu drastis dan roti dapat matang lebih merata.

Balik roti secara perlahan ketika salah satu sisinya mulai kecokelatan. Goreng sampai seluruh permukaannya berwarna kuning keemasan dan lapisan panir terlihat renyah.

Angkat dan tiriskan. Roti goreng pedas paling nikmat disantap dalam kondisi hangat ketika lapisan luarnya masih terasa garing, sementara bagian dalamnya lembut dengan isian daging yang gurih dan pedas.

Tips agar Roti Goreng Tidak Mudah Bocor

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil akhir resep ini sesuai harapan. Pertama, masak isian sampai cukup kering dan kental. Isian yang terlalu berair lebih mudah mencari celah dan keluar dari adonan ketika terkena minyak panas.

Kedua, jangan terlalu banyak memasukkan isian. Roti berukuran kecil cukup diberi isian secukupnya agar bagian sambungan dapat ditutup dengan rapat.

Ketiga, perhatikan suhu minyak. Api sedang lebih aman daripada api besar. Minyak yang terlalu panas dapat membuat bagian luar cepat kecokelatan sementara bagian dalam belum matang sempurna. Sebaliknya, minyak yang kurang panas bisa membuat roti menyerap terlalu banyak minyak.

Keempat, jangan melewatkan waktu istirahat adonan. Adonan roti membutuhkan waktu untuk mengembang dan menjadi lebih mudah dibentuk. Resep roti goreng berbasis adonan ragi juga umumnya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam, tergantung metode dan kondisi adonan. 

Variasi Isian Roti Goreng

Isian daging sapi bukan satu-satunya pilihan. Jika ingin rasa yang lebih ringan, daging sapi dapat diganti ayam suwir yang ditumis bersama bawang dan cabai. Versi ayam suwir pedas juga banyak digunakan untuk roti goreng rumahan dan dapat dipadukan dengan tepung panir untuk menghasilkan permukaan renyah. 

Untuk variasi lain, isian bisa dibuat dari abon pedas, sosis, atau campuran sayuran. Bahkan, kombinasi ayam, wortel, jagung, dan daun bawang dapat digunakan untuk menghasilkan isian yang lebih banyak teksturnya.

Jika ingin tingkat kepedasan yang lebih tinggi, jumlah cabai dapat ditambah secara bertahap. Cabai kering juga bisa diganti dengan cabai merah segar atau cabai rawit sesuai selera. Sebaliknya, untuk anak-anak atau anggota keluarga yang tidak menyukai makanan terlalu pedas, cabai dapat dikurangi tanpa perlu mengubah komposisi utama adonan.

Roti goreng seperti ini juga cocok disajikan sebagai teman minum teh atau kopi pada sore hari. Karena proses pembuatannya cukup panjang, membuatnya dalam jumlah banyak sekaligus dapat menjadi pilihan praktis untuk camilan keluarga di akhir pekan.

Tanya Jawab Seputar Roti Isi

1. Apa saja isian yang cocok untuk roti goreng?

Roti goreng dapat diisi daging sapi cincang, ayam suwir, abon, sosis, sayuran, keju, cokelat, hingga berbagai tumisan. Untuk versi gurih dan pedas, daging cincang atau ayam suwir yang dimasak bersama cabai dapat menjadi pilihan.

2. Mengapa roti goreng bisa bocor saat digoreng?

Roti dapat bocor jika sambungan adonan tidak ditutup rapat, isian terlalu banyak, atau isian masih terlalu basah. Pastikan isian sudah dingin dan cukup kering sebelum dimasukkan ke dalam adonan.

3. Apakah roti goreng harus menggunakan tepung panir?

Tidak selalu. Roti dapat digoreng tanpa panir. Namun, tepung panir memberikan lapisan luar yang lebih renyah dan tekstur khas pada roti goreng isi.

4. Apakah adonan roti bisa disimpan sebelum digoreng?

Bisa, tetapi penyimpanan perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar ragi dan tekstur adonan tetap terjaga. Salah satu variasi resep roti goreng tanpa ulen menggunakan penyimpanan adonan dalam kulkas atau freezer sebelum diproses lebih lanjut. 

5. Bagaimana agar roti goreng tidak terlalu berminyak?

Gunakan minyak yang sudah cukup panas dan goreng dengan api sedang. Jangan memasukkan terlalu banyak roti sekaligus karena dapat menurunkan suhu minyak. Setelah matang, tiriskan roti dengan baik sebelum disajikan.

 

 

Berikan Rating Untuk Resep Ini

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu