Sepatu Andalan Mitchell Baker di FIFA ASEAN Cup 2026, Temani Perjuangan Bela Timnas Indonesia

Sepatu Mitchell Baker di sejumlah laga bersama Timnas Indonesia disebut cocok untuk pemain yang mengandalkan kecepatan dan kelincahan di lapangan.

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mitchell Baker menjadi salah satu pemain muda yang mendapat sorotan saat memperkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Penyerang berusia 19 tahun itu tampil produktif dalam turnamen tersebut dan menunjukkan ketajamannya di lini depan.

Salah satu penampilan paling menonjol terjadi ketika Indonesia menghadapi Bangladesh pada semifinal di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis malam, 1 Oktober 2026. Baker mencetak lima gol dalam kemenangan telak 9-2.

Performa Baker dalam sejumlah laga bersama Timnas Indonesia juga menarik perhatian lewat detail yang melengkapi penampilannya di lapangan. Salah satunya adalah sepatu yang menjadi pilihan sang striker ketika bertanding.

Baker diketahui beberapa kali mengenakan Nike Air Zoom Mercurial Vapor 16 Elite Firm Ground, termasuk dalam laga kontra Bangladesh. Sepatu tersebut hadir dalam perpaduan warna Racer Blue dan White yang memberikan kesan sporty sekaligus mencolok.

Melansir situs web Pro:Direct, Senin (5/10/2026), model ini dirancang untuk menunjang pemain yang mengandalkan kecepatan dan responsivitas. Nike membekali Mercurial Vapor 16 Elite dengan teknologi Zoom Air untuk membantu pengembalian energi.

Pola stud di bagian depan mendukung perubahan arah dengan cepat, sedangkan bagian atas memadukan Flyknit, Atomknit, dan Gripknit untuk memberikan kenyamanan, dukungan, serta kontrol bola.

Soccer turut menempatkan Mercurial Vapor 16 Elite sebagai salah satu sepatu Nike yang berfokus pada kecepatan. Teknologi Air Zoom pada bagian sol mendukung akselerasi dan pergerakan cepat pemain di lapangan.

Harga Sepatu Mitchell Baker

Di laman e-commerce Nike, sepatu yang menjadi pilihanBaker, Nike Air Zoom Mercurial Vapor 16 Elite Firm Ground, dibanderol USD 176,40 atau sekitar Rp 3,1 juta. Model tersebut mengusung sejumlah teknologi yang dirancang untuk menunjang performa pemain di lapangan.

Bagian depan bawah sepatu dilengkapi Zoom Air yang membantu memberikan pengembalian energi saat kaki menapak permukaan lapangan. Sol berbahan Pebax juga memiliki zona fleksibel untuk mendukung akselerasi sekaligus menjaga stabilitas ketika pemain bergerak cepat.

Baker turut membagikan momen setelah pertandingan melalui akun Instagram-nya. Dalam unggahan pada Rabu, ia menulis, "Gedung Ketenaran Garuda," lalu menambahkan, "UNTUK INDONESIA RAYA."

Mengacu data akun Lapangbola, lima gol dalam satu laga yang dicatatkanBaker menempatkannya sejajar dengan para penyerang Indonesia yang pernah menorehkan capaian serupa, lapor kanal Bola Liputan6.com.

Kata Baker

Waskito mencetak lima gol saat Indonesia menang telak 12-0 atas Filipina pada President Cup 1972 di Korea Selatan. Setahun sebelumnya, Iswadi Idris memborong lima gol ketika Indonesia menghancurkan Vietnam 9-1 di ajang President Cup 1971.

Nama Soetjipto Soentoro juga tercatat dengan quintrick di Turnamen Merdeka 1968. Saat itu Indonesia menggasak China Taipei 11-1 dan Soetjipto mengemas lima gol.

Selepas pertandingan,Baker mengakui atmosfer dan jalannya laga begitu di luar kebiasaan. Ia menyambut hasil tersebut dengan antusias tanpa melupakan kerja keras tim di lapangan.

"Ya, ini pertandingan yang gila. Menurut saya, ini pertandingan paling gila yang pernah saya mainkan," ujar Baker dengan antusias selepas pertandingan. Meskipun menjadi bintang dengan lima gol, Baker menekankan pentingnya kontribusi rekan setim dan dukungan suporter yang memenuhi SUGBK.

 

Pertandingan Final

"Inilah alasan kami bermain untuk negara ini. Inilah alasan para pemain berjuang keras, yaitu untuk meraih kemenangan bagi negara. Itulah motivasi kami untuk melewati pertandingan ini," tegasnya.

Timnas Indonesia bersua Thailand pada partai final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam (5/10/2026). Laga ini menjadi panggung penentuan dua tim yang tampil konsisten sejak fase grup.

Skuad Garuda menembus final dengan status pemuncak Grup A, mengoleksi 7 poin dari tiga pertandingan hasil dua kemenangan dan satu kali imbang. Di bawah arahan John Herdman, Kevin Diks dan rekan-rekan menunjukkan permainan menyerang yang terukur, mencetak 11 gol dan hanya kebobolan dua kali dalam tiga laga terakhir.

Â